DENTUMNEWS.COM,Tangerang | Proyek pembangunan saluran U-ditch di RT 02/01, Kampung Candu, Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, kembali mencoreng wajah pembangunan daerah. Proyek yang diduga menggunakan anggaran negara tersebut dikerjakan tanpa papan informasi publik dan terkesan asal jadi, sehingga memicu keresahan serta kecaman dari warga.
Pantauan di lapangan menunjukkan, bekas galian tanah dibiarkan menumpuk di badan jalan, tanpa ada upaya pembersihan atau pengamanan. Kondisi ini semakin parah karena musim hujan telah tiba, membuat jalan lingkungan berubah menjadi becek, licin, dan sulit dilalui.
Gunawan, aktivis sekaligus warga setempat, menilai pelaksanaan proyek ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan dugaan pembiaran oleh pihak terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini proyek seperti tidak bertanggung jawab. Tidak ada papan proyek, bekas galian dibiarkan, jalan jadi kubangan lumpur. Warga yang dirugikan, sementara pelaksana seolah lepas tangan,” tegas Gunawan.
Ia menambahkan, selain melanggar prinsip transparansi publik, kondisi tersebut juga mengancam keselamatan warga, khususnya anak-anak dan pengendara motor yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Ketiadaan papan informasi publik memunculkan pertanyaan serius: anggaran dari mana, siapa pelaksana, berapa nilai proyek, dan sampai kapan pekerjaan ini berlangsung? Padahal, papan informasi merupakan kewajiban mutlak dalam setiap proyek yang bersumber dari keuangan negara.
Warga menilai proyek ini bukan hanya sekadar pekerjaan yang sembrono, tetapi juga bentuk pengabaian terhadap hak masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan. Jika dibiarkan, praktik seperti ini dikhawatirkan akan terus berulang tanpa ada efek jera.
Masyarakat mendesak Inspektorat, Dinas Teknis terkait, serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit lapangan dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek U-ditch tersebut. Warga juga meminta pihak kecamatan dan desa tidak tutup mata atas dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek dan instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi, memperkuat kesan bahwa keluhan warga diabaikan dan pengawasan proyek berjalan longgar.
Penulis : Team
Editor : Redaktur


















