‎Miris !! Pasien BPJS PBI Aktif Akhirnya Dialihkan Setelah Mediasi, Uang Rp28 Juta Tak Bisa Kembali: Publik Soroti Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENTUMNEWS.COM,Tangerang | Kisah pilu dialami seorang janda yang tengah menderita sakit parah usai menjalani perawatan di Ciputra Hospital CitraRaya, Kabupaten Tangerang. Keluarga pasien mengaku sempat kebingungan dan terbebani biaya pengobatan hingga puluhan juta rupiah.Selasa (26/05/2026).

‎Peristiwa bermula saat pasien dibawa ke rumah sakit dalam kondisi darurat oleh anaknya. Karena panik dan tidak memahami prosedur administrasi pelayanan kesehatan, pihak keluarga mengaku kartu BPJS milik pasien hilang.

Saat proses pendaftaran berlangsung, pihak rumah sakit kemudian menanyakan metode pembayaran pengobatan pasien. Anak pasien yang tidak memahami mekanisme penggunaan BPJS akhirnya menyetujui pengobatan secara pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Waktu di pendaftaran saya ditanya soal BPJS. Saya jawab kartunya hilang. Terus ditanya lagi mau pribadi atau tidak. Saya bilang iya karena saya nggak ngerti, saya kira tetap gratis. Saya langsung tanda tangan saja,” ujar C, anak pasien, kepada awak media.

Baca Juga :  Anak-anak Bahagia dan Warga Puas: Jalan Baru Desa Waru Jaya.

‎Pasien kemudian menjalani perawatan intensif selama tujuh hari. Namun di tengah proses pengobatan, keluarga mengaku syok lantaran tagihan rumah sakit terus membengkak hingga mencapai lebih dari Rp50 juta.

‎Dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan, keluarga pasien berusaha mencari pinjaman demi menyelamatkan nyawa sang ibu. Bahkan motor miliknya rela dijual untuk membantu pembayaran biaya rumah sakit.

‎“Saya langsung diminta bayar deposit Rp12 juta. Karena panik saya pinjam uang sana sini sampai motor saya jual juga. Setelah beberapa hari saya ditagih lagi. Total uang yang sudah masuk sekitar Rp28 juta. Tapi pas dipanggil lagi ternyata total semuanya lebih dari Rp50 juta. Saya sampai nangis, mau cari uang dari mana lagi buat nutup sisa Rp22 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Tangerang Resmikan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Curug Kulon

‎‎Ia mengaku hanya bekerja dengan penghasilan harian dan menjadi tulang punggung keluarga, sehingga bingung memikirkan hutang yang terus menumpuk.

‎Merasa tidak memiliki jalan keluar, pihak keluarga akhirnya meminta bantuan seorang kader sosial sekaligus ibu RW setempat untuk melakukan pendampingan terhadap pasien.

‎Kader tersebut kemudian mendatangi pihak rumah sakit guna mencari solusi kemanusiaan dan meminta kebijakan agar pasien dapat pulang sambil proses administrasi diselesaikan.

‎Namun upaya mediasi awal disebut belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya kader menghubungi awak media untuk membantu melakukan konfirmasi kepada pihak rumah sakit.

Baca Juga :  Pemilik Salon di Sukabakti Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Sudah 3 Hari

‎Tak lama setelah awak media meninggalkan lokasi rumah sakit, pihak keluarga pasien kemudian dipanggil kembali oleh pihak rumah sakit untuk menandatangani surat.

‎Dalam surat tersebut, pasien akhirnya dialihkan ke BPJS dan sisa biaya pengobatan tidak lagi dibebankan kepada keluarga. Namun biaya yang sudah masuk sebesar 28 juta itu tidak bisa di kembalikan lagi.

‎kejadian ini menyisakan perhatian publik terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.

‎Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan pelayanan kesehatan dapat lebih mengedepankan sisi kemanusiaan, terutama bagi pasien darurat dari keluarga kurang mampu.

Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:36 WIB

‎Miris !! Pasien BPJS PBI Aktif Akhirnya Dialihkan Setelah Mediasi, Uang Rp28 Juta Tak Bisa Kembali: Publik Soroti Pelayanan Rumah Sakit

Berita Terbaru