DENTUMNEWS.COM,Tangerang |Polemik pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Provinsi Banten kembali memicu gelombang aksi. Ratusan massa memadati halaman depan SMAN 32 Kabupaten Tangerang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menuntut transparansi dalam proses penerimaan peserta didik, Rabu (1/7/2026).
Dengan membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian, massa mempertanyakan pelaksanaan SPMB yang dinilai masih menyisakan banyak tanda tanya di tengah masyarakat. Mereka mendesak agar seluruh proses seleksi dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan siswa baru.
Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak Gubernur Banten dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk tidak menganggap persoalan ini sebagai hal yang sepele. Menurut mereka, apabila polemik serupa terus berulang setiap tahun, maka hal itu menjadi sinyal bahwa sistem dan pelaksanaannya perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Salah seorang perwakilan massa, Yasin, Supriatna menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap masa depan pendidikan.
”Kami meminta Gubernur Banten dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk tidak menutup mata terhadap keresahan masyarakat. Aksi ini adalah suara para orang tua dan warga yang menginginkan keadilan dalam dunia pendidikan. Kami berharap aksi ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah negeri memiliki kesempatan yang lebih adil untuk memperoleh pendidikan. Jangan sampai sekolah negeri berdiri di tengah masyarakat, tetapi masyarakat di sekitarnya justru merasa semakin sulit mengaksesnya,” tegas Yasin.
Dalam dialog yang berlangsung, perwakilan pihak sekolah menyampaikan bahwa mereka menerima dan menampung seluruh aspirasi masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi.
Sementara itu, Kepala SMAN 32 Kabupaten Tangerang tidak hadir dalam dialog dengan massa aksi. Ketidakhadiran tersebut menjadi sorotan peserta aksi yang berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara langsung terkait berbagai aspirasi yang disampaikan.
Massa menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar bentuk protes, melainkan dorongan agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB. Mereka berharap transparansi, akuntabilitas, dan pemerataan akses pendidikan benar-benar diwujudkan, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan di sekolah negeri tanpa menimbulkan polemik yang terus berulang dari tahun ke tahun.

















