‎Diduga Proyek Drainase Yang Dikerjain Cv Putri Najwa Gunakan Udit Abal-Abal

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENTUMNEWS.COM, Tangerang | Pembangunan saluran drainase di lingkungan SDN Kampung Ciakar 2, RT 02/01, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam. Proyek yang dibiayai anggaran sebesar Rp148.970.000 tersebut diduga tidak mengindahkan spesifikasi teknis serta standar kualitas konstruksi yang berlaku. Minggu (19/04/2026).

‎Proyek yang dikerjakan oleh CV Putri Nazwa ini menjadi perhatian setelah ditemukan sejumlah kejanggalan di lapangan, baik dari sisi material maupun aspek keselamatan kerja.

‎‎Berdasarkan hasil pantauan, material u-ditch yang digunakan tampak tidak memiliki merek atau identitas pabrikan yang jelas. Hal ini memunculkan dugaan bahwa produk tersebut tidak mengantongi sertifikasi penting seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun sistem manajemen mutu (ISO), yang seharusnya menjadi acuan utama dalam penggunaan beton pracetak.

Selain itu, aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga terkesan diabaikan. Para pekerja di lokasi terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja.

Saat dikonfirmasi di lokasi, salah satu pekerja menyebut bahwa proyek tersebut berada di bawah pengawasan mandor berinisial MT. “Untuk pelaksananya Pak MT, Pak,” ujarnya singkat.

Baca Juga :  Satpol PP Kabupaten Tangerang Telah Melakukan Panggilan Pada UD Rusli

‎Namun hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana berinisial MT belum memberikan tanggapan meskipun telah dihubungi melalui pesan singkat.

‎Penelusuran lebih lanjut kepada sopir pengangkut u-ditch mengungkap informasi lain. Ia menyebut bahwa pengadaan material tersebut berkaitan dengan sosok berinisial Haji BP, yang diketahui merupakan mantan kepala desa setempat. “Kalau urusan u-ditch langsung ke Pak Haji BP saja,” ungkapnya.

Sejumlah pihak menilai, jika dugaan ini terbukti, maka proyek tersebut berpotensi melanggar standar teknis konstruksi serta ketentuan yang mengatur kualitas material dan keselamatan kerja. Minimnya transparansi juga menimbulkan pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Baca Juga :  Kuasa Hukum 3 Wartawan Meminta Divisi Propam Polres Tangsel Segera Proses Brigadir Fhilip Hendrikus Pasaribu

LSM Harimau mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh. Mengingat proyek ini berada di lingkungan sekolah, kualitas dan keamanan seharusnya menjadi prioritas utama, bukan justru diabaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak instansi terkait belum berhasil dikonfirmasi.


Penulis : Red

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Dugaan Skandal Proyek !! CV Matahari Terbit Pagi Garap U-Ditch Rp98 Juta di Tengah Genangan Air
CV Purnama Cipta Lestari Diduga Abaikan Mutu, Proyek Drainase Rp98 Juta Jadi Sorotan
Bau Tak Sedap Proyek Desa Bojong Kamal: Diduga Asal Jadi, Tak Pakai Mortar
Proyek Paving Blok “Siluman” di Legok Diduga Bermasalah: Tanpa Papan Proyek, Abaikan Teknis, Terindikasi Markup
Diduga Tanah Proyek Lippo Dijual ke Hotel Yasmin, Warga Binong Keluhkan Dampak Lingkungan
Aksi Nyata! Perbaikan Rumah Roboh di Kampung Sentul Resmi Dimulai
‎Warga Datangi Kantor Desa, Pertanyakan Penonaktifan Ketua RW 04 Curug Wetan
HGB 12 PT Puramas Masuk Persil Desa Cukanggalih Mengapa Berada di Desa Kadu Jaya, Hakim Harus Cerdas Menilai
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 01:02 WIB

‎Diduga Proyek Drainase Yang Dikerjain Cv Putri Najwa Gunakan Udit Abal-Abal

Minggu, 19 April 2026 - 20:53 WIB

Dugaan Skandal Proyek !! CV Matahari Terbit Pagi Garap U-Ditch Rp98 Juta di Tengah Genangan Air

Minggu, 19 April 2026 - 17:37 WIB

CV Purnama Cipta Lestari Diduga Abaikan Mutu, Proyek Drainase Rp98 Juta Jadi Sorotan

Kamis, 16 April 2026 - 23:47 WIB

Proyek Paving Blok “Siluman” di Legok Diduga Bermasalah: Tanpa Papan Proyek, Abaikan Teknis, Terindikasi Markup

Kamis, 16 April 2026 - 14:40 WIB

Diduga Tanah Proyek Lippo Dijual ke Hotel Yasmin, Warga Binong Keluhkan Dampak Lingkungan

Berita Terbaru