‎Diduga Abaikan Mutu dan Transparansi, Proyek Paving Block Rp119 Juta di Serdang Wetan Menuai Sorotan

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



‎DENTUMNEWS.COM. Tangerang | Proyek pembangunan paving block di Kampung Blok Kalapa RW 02, Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, yang dikerjakan oleh CV Jasali Perkasa dengan nilai anggaran sebesar Rp119.580.000, menuai sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat. Rabu (10/06/2026).

‎Pasalnya, dari hasil pantauan di lapangan, pekerjaan tersebut diduga tidak mengedepankan kualitas sebagaimana yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis pekerjaan. Kondisi paving block yang digunakan dinilai meragukan dan menimbulkan pertanyaan mengenai standar mutu material yang dipasang pada proyek yang bersumber dari uang rakyat tersebut.

‎Selain persoalan kualitas material, pelaksanaan pekerjaan juga diduga mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm proyek, rompi keselamatan, maupun perlengkapan kerja lainnya yang wajib digunakan dalam pelaksanaan kegiatan konstruksi.

‎Yang lebih disayangkan, papan informasi proyek yang terpasang di lokasi diduga tidak mencantumkan volume pekerjaan secara lengkap. Padahal, informasi tersebut merupakan bagian penting dari keterbukaan informasi publik agar masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pemerintah.

‎Achmad Jaeni dari Lembaga Swadaya Masyarakat GNP Tipikor menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan instansi terkait.

‎”Proyek pemerintah bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan secara fisik, tetapi juga harus menjamin kualitas, transparansi, dan keselamatan kerja. Jika papan proyek tidak mencantumkan volume pekerjaan, masyarakat kehilangan hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran APBD. Ini dapat menimbulkan dugaan adanya upaya mengaburkan informasi publik,” tegasnya.

‎Menurutnya, penggunaan material yang kualitasnya diragukan harus segera dievaluasi oleh pihak pengawas teknis sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan diserahterimakan.

‎”Jangan sampai proyek yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan karena mutu pekerjaan yang rendah. Anggaran sebesar Rp119 juta bukan angka kecil. Setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” lanjutnya.

‎Ia juga mendesak instansi terkait untuk turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kualitas material, kesesuaian volume pekerjaan, serta kepatuhan pelaksana terhadap aturan K3.

‎”Bila ditemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi, kekurangan volume, maupun pelanggaran administrasi dan teknis, maka harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawasan tidak boleh hanya sebatas formalitas, karena yang dirugikan pada akhirnya adalah masyarakat,” katanya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Jasali Perkasa maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan rendahnya kualitas pekerjaan, pelanggaran K3, dan ketidaklengkapan informasi pada papan proyek tersebut.  Lembaga GNP Tipikor menunggu langkah konkret dari pihak kecamatan legok untuk memastikan proyek tersebut benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi, standar mutu, dan prinsip transparansi penggunaan anggaran daerah.

Baca Juga :  Pembangunan Saluran Air di Cluster Mutiara Cukanggalih Rampung: Warga Apresiasi Aspirasi Dewan NasDem Yakub

Penulis : Red

Berita Terkait

‎Proses SPMB Berjalan Lancar, SMAN 17 Kabupaten Tangerang Masuki Tahapan MPLS
Pelaksanaan Proyek Drainase di Panongan Dipertanyakan, Dugaan Pelanggaran Teknis dan K3 Mencuat
‎LSM Harimau Gelar Santunan Anak Yatim/Piatu di Kadusirung, Dimeriahkan Atraksi Debus Khas Banten
Tanpa Papan Informasi, Renovasi Eks Kelurahan Babakan Diduga Langgar Prinsip Keterbukaan Publik
‎Diduga Gunakan Material Bekas, Proyek Gapura Rp98 Juta DI Binong Disorot Keras LSM KDM
Bangunan Indomaret Cimone Jaya Tak Kunjung Disegel: Satpol PP Diduga Mandul
‎Pekerjaan Pagar Makam Rp99 Juta Disorot, GNP Tipikor Minta Audit dan Evaluasi Menyeluruh
‎GNP Tipikor Soroti Proyek U-Ditch di Desa Rancagong, Diduga Asal Jadi dan Abaikan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:50 WIB

‎Proses SPMB Berjalan Lancar, SMAN 17 Kabupaten Tangerang Masuki Tahapan MPLS

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:33 WIB

Pelaksanaan Proyek Drainase di Panongan Dipertanyakan, Dugaan Pelanggaran Teknis dan K3 Mencuat

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:50 WIB

‎LSM Harimau Gelar Santunan Anak Yatim/Piatu di Kadusirung, Dimeriahkan Atraksi Debus Khas Banten

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:13 WIB

Tanpa Papan Informasi, Renovasi Eks Kelurahan Babakan Diduga Langgar Prinsip Keterbukaan Publik

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:09 WIB

‎Diduga Gunakan Material Bekas, Proyek Gapura Rp98 Juta DI Binong Disorot Keras LSM KDM

Berita Terbaru