Proyek Hotmix di Serdang Wetan Diduga Menyimpang: Ketebalan Aspal Dipertanyakan, Papan Informasi Publik Menghilang

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENTUMNEWS.COM,Tangerang | Proyek pemeliharaan jalan aspal (hotmix) yang berlokasi di Kampung Candu RT 002/01, Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang pada Sabtu 6 Desember 2025 kembali memunculkan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan infrastruktur daerah. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang tahun 2025 itu diduga tidak dikerjakan sesuai standar teknis, terutama terkait ketebalan lapisan aspal yang semestinya dipenuhi oleh kontraktor pelaksana.

Beberapa warga sekitar di lokasi proyek mengaku heran melihat pelaksanaan pekerjaan yang berlangsung tanpa pengawasan memadai. Mereka menduga lapisan hotmix yang dihamparkan jauh lebih tipis dibanding standar teknis pekerjaan pemeliharaan jalan pada umumnya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, pengawas lapangan bernama Farel memberikan jawaban singkat bahwa dirinya sedang tidak bekerja pada hari itu.

“Hari ini saya libur, Bang. Nggak ke lokasi,” ujar Farel.

Keterangan tersebut semakin memunculkan tanda tanya, mengingat pekerjaan berlangsung namun tanpa kehadiran petugas pengawas dari pihak pelaksana.

Menurut pantauan lapangan, permukaan jalan tampak tidak padat sempurna dan terkesan dikerjakan secara terburu-buru. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa jalan akan cepat rusak dan terkelupas, sehingga tidak memberikan manfaat jangka panjang bagi warga pengguna jalan.

“Kalau dilihat sekilas saja sudah tipis, apalagi nanti kalau sudah dilewati kendaraan. Ini seperti hanya formalitas pekerjaan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Material Terpasang, Uang Tak Dibayar: Toko Material Rugi Puluhan Juta, Dapur MBG Disorot

Yang lebih memperkuat dugaan adanya kejanggalan, proyek tersebut dikerjakan tanpa memasang papan informasi publik, yang merupakan kewajiban setiap penyelenggara kegiatan pembangunan yang dibiayai APBD maupun APBN.

Dengan tidak adanya papan proyek, masyarakat tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana, nilai anggaran, pagu kegiatan, sumber anggaran, waktu pelaksanaan, hingga konsultan pengawas. Kondisi ini tentu menyalahi prinsip transparansi sebagaimana diwajibkan dalam Peraturan Presiden tentang Keterbukaan Informasi Publik dalam setiap proyek pemerintah.

Tidak jelasnya identitas CV atau rekanan yang mengerjakan proyek juga memunculkan kecurigaan bahwa kegiatan tersebut sengaja tidak dipublikasikan agar tidak mudah dipantau oleh masyarakat maupun lembaga pengawas independen.

Sejumlah aktivis transparansi anggaran di Kabupaten Tangerang menilai bahwa hilangnya papan informasi dan dugaan pengurangan spesifikasi menjadi pola yang sering terjadi di beberapa kegiatan pembangunan desa dan kecamatan.

Baca Juga :  U-Ditch di Babakan Legok Disorot: Abaikan Keselamatan K3, dan Diduga Asal Jadi — LSM PPUK dan BIAK Angkat Bicara

“Ini jelas bentuk ketidakpatuhan terhadap aturan. Ketika papan informasi tidak dipasang, publik kehilangan hak untuk mengetahui siapa pelaksana dan berapa besar anggarannya. Situasi seperti ini sangat rentan terhadap manipulasi dan mark-up,” ujar salah satu aktivis yang turut memantau proyek-proyek infrastruktur di wilayah Legok.

Pemeriksaan lebih mendalam dinilai perlu dilakukan agar tidak ada pihak yang mengurangi kualitas pengerjaan demi mendapatkan keuntungan lebih besar dari anggaran pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Legok maupun pemerintah Desa Serdang Wetan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyimpangan tersebut.

Penulis : Team

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Biadab !! Anak Tiri Habisi Ibu di Curug, Positif Narkoba: Kabur Bawa Harta Korban
‎Diduga Proyek Drainase Yang Dikerjain Cv Putri Najwa Gunakan Udit Abal-Abal
Dugaan Skandal Proyek !! CV Matahari Terbit Pagi Garap U-Ditch Rp98 Juta di Tengah Genangan Air
CV Purnama Cipta Lestari Diduga Abaikan Mutu, Proyek Drainase Rp98 Juta Jadi Sorotan
Bau Tak Sedap Proyek Desa Bojong Kamal: Diduga Asal Jadi, Tak Pakai Mortar
Proyek Paving Blok “Siluman” di Legok Diduga Bermasalah: Tanpa Papan Proyek, Abaikan Teknis, Terindikasi Markup
Diduga Tanah Proyek Lippo Dijual ke Hotel Yasmin, Warga Binong Keluhkan Dampak Lingkungan
Aksi Nyata! Perbaikan Rumah Roboh di Kampung Sentul Resmi Dimulai
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:15 WIB

Biadab !! Anak Tiri Habisi Ibu di Curug, Positif Narkoba: Kabur Bawa Harta Korban

Senin, 20 April 2026 - 01:02 WIB

‎Diduga Proyek Drainase Yang Dikerjain Cv Putri Najwa Gunakan Udit Abal-Abal

Minggu, 19 April 2026 - 20:53 WIB

Dugaan Skandal Proyek !! CV Matahari Terbit Pagi Garap U-Ditch Rp98 Juta di Tengah Genangan Air

Minggu, 19 April 2026 - 17:37 WIB

CV Purnama Cipta Lestari Diduga Abaikan Mutu, Proyek Drainase Rp98 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 17 April 2026 - 13:41 WIB

Bau Tak Sedap Proyek Desa Bojong Kamal: Diduga Asal Jadi, Tak Pakai Mortar

Berita Terbaru