DENTUMNEWS.COM. TANGERANG | Warga mengeluhkan kondisi jalan penghubung antara Kelurahan Bojong Nangka dan Desa Legok yang kerap terendam banjir saat hujan, khususnya di area kolong jembatan (underpass) yang dibangun oleh pengembang Perumahan Park Serpong Residence.
Banjir tersebut diduga terjadi karena tidak adanya sistem drainase yang memadai, seperti saluran pembuangan air limbah (SPAL), u-ditch, atau gorong-gorong terlalu kecil. Pembangunan juga disinyalir belum melalui kajian analisis dampak lingkungan (Amdal) yang memadai.
“Sebelumnya tidak pernah banjir. Sejak pembangunan perumahan ini, kami terkena dampaknya,” ujar seorang warga Kampung Dukuh Pinang, Kelurahan Bojong Nangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Desa Legok pun mengeluhkan hal serupa, karena akses jalan terputus setiap kali hujan turun. Mereka meminta pemerintah daerah segera mencari solusi.
Kepala Desa Legok, Mulyana, menyebut tidak dilibatkan dalam perencanaan pembangunan karena lokasi berada di wilayah Kelurahan Bojong Nangka. Ia menilai, seharusnya jalan utama dibangun berupa flyover agar bisa dilalui kendaraan besar seperti pemadam kebakaran dan truk beton.
Sementara itu, Lurah Bojong Nangka, Dani mengaku sudah menyampaikan keluhan warga kepada pemerintah daerah. Namun, menurutnya, wewenang penanganan berada di tangan Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Kabupaten Tangerang.
“Saya sudah sampaikan ke pihak terkait. Kalau belum ada solusi, itu di luar kewenangan saya,” ujarnya.Hingga berita ini diturunkan, Camat Kelapa Dua, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR Kabupaten Tangerang, serta pihak pengembang Park Serpong Residence belum memberikan tanggapan.
Penulis : M.Febriansyah
Editor : Redaktur


















