DENTUMNEWS.COM, Kab. Tangerang | Dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Masjid Jami Al-Hikmah menggelar kegiatan Tabligh Akbar yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat. Rabu, (24/12/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Raja Merah, Kampung Kadaung RT 01 RW 05, Desa Rancagong, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Turut dihadiri H. M. Yusuf Fachroji, S.STP., M.Si., selaku Camat Legok beserta jajaran Desa Rancagong. Ratusan jamaah dari berbagai kampung sekitar tampak memadati lokasi sejak selepas salat Isya.
Tabligh Akbar ini menghadirkan penceramah KH. Iim Imadudin (Abuya Iim Cilejet) dan KH. Humaeni, yang menyampaikan tausiyah mengenai makna Isra Mi’raj sebagai momentum meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memperkuat akhlak umat Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, Ustadz Tafaul Nawawi dan Ustadz M. Kemaluddin hadir sebagai qori, serta turut menampilkan Hadroh Shohibul Bayan Pagedangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam tausiyahnya, KH. Iim Imadudin (Abah Abuya Iim Cilejet) menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan pengingat langsung dari Allah SWT tentang pentingnya salat sebagai tiang agama.
“Isra Mi’raj adalah peristiwa agung yang menegaskan kewajiban salat lima waktu. Salat bukan sekadar ritual, tetapi kebutuhan ruhani yang menjaga akhlak dan perilaku umat Islam dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Abuya Iim di hadapan jamaah.
Sementara itu, KH. Humaeni mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana introspeksi diri dan peningkatan kualitas iman.
“Jika salat kita baik, insya Allah kehidupan kita pun akan baik. Isra Mi’raj mengajarkan kedisiplinan, keikhlasan, dan kepatuhan kepada perintah Allah SWT,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua DKM, Ustadz Yaisudin, yang menekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
“Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam membangun umat yang berakhlakul karimah. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, mari kita perkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Ketua Panitia, Ust. Aryadilah, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan Tabligh Akbar ini, kami berharap jamaah dapat lebih memahami makna Isra Mi’raj, khususnya tentang kewajiban salat lima waktu sebagai pondasi utama dalam kehidupan umat Islam,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Rancagong, Saepul Bahri, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut yang dinilai mampu mempererat silaturahmi warga.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu menyatukan masyarakat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi sarana dakwah yang menyejukkan,” ungkapnya.
Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan hingga selesai. Warga berharap kegiatan keagamaan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin guna memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan Desa Rancagong dan sekitarnya.
Penulis : RJ Damez
Editor : Redaktur


















