DENTUMNEWS.COM,Tangerang | Tindak lanjut dari hasil peninjauan sebelumnya, proses perbaikan rumah warga yang roboh di Kampung Sentul RT 05 RW 04, Kelurahan Curug Kulon, resmi mulai dilaksanakan pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan diawali dengan aksi gotong royong yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari warga setempat, aparat kelurahan, hingga dukungan dari lembaga sosial dan perwakilan legislatif.
Sejak pagi hari, suasana kebersamaan terlihat jelas di lokasi. Warga bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan yang roboh serta mempersiapkan lahan untuk proses pembangunan kembali. Kehadiran berbagai pihak menjadi bukti nyata sinergi yang telah terbangun sejak awal penanganan musibah ini.
Dalam kegiatan tersebut, Lurah Curug Kulon, H. Cecep Mulyadi (HCM), turut didampingi oleh jajaran Kelurahan Curug Kulon serta Ketua TP PKK Kelurahan Curug Kulon, Hj. Emul Mulyati, bersama jajaran kepengurusannya. Kehadiran unsur kewilayahan juga terlihat dari partisipasi BABINSA Sertu Suhendra dan BIMAS Aiptu Sanjaya yang ikut memantau sekaligus mendukung jalannya kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Imam Sucipto, kembali hadir untuk memastikan proses perbaikan berjalan sesuai rencana. Ia mengapresiasi semangat gotong royong warga serta kolaborasi lintas sektor yang dinilai sangat efektif dalam mempercepat penanganan.
“Alhamdulillah hari ini kita mulai langkah nyata perbaikan. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga sosial bisa menghadirkan solusi cepat. Kami akan terus mengawal sampai rumah ini kembali layak huni,” ujar Imam di lokasi kegiatan.
Selain itu, bentuk kepedulian juga ditunjukkan oleh Imam Sucipto yang turut memfasilitasi konsumsi makan siang bagi warga yang bergotong royong, sehingga menambah semangat kebersamaan dalam proses perbaikan.
Dari pihak Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kecamatan Curug, bantuan awal berupa material bangunan mulai disalurkan secara bertahap. Namun, pihak UPZ BAZNAS juga menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam proses perbaikan ini.
UPZ BAZNAS Kecamatan Curug, H. Didi, mengungkapkan bahwa total anggaran yang tersedia saat ini relatif minim. “Anggaran yang ada saat ini minim, sehingga kami berupaya memaksimalkan penggunaan dana tersebut agar tetap bisa membantu proses pembangunan. Meski terbatas, kami tetap berkomitmen mendukung percepatan perbaikan rumah ini,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa percepatan program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi darurat yang dihadapi warga.
“Hari ini kita mulai realisasikan bantuan, baik tenaga maupun material. Semoga prosesnya berjalan lancar dan bisa segera selesai sesuai harapan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Curug Kulon, H. Cecep Mulyadi (HCM), turut memantau langsung jalannya kegiatan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama warga yang menunjukkan solidaritas tinggi.
“Kegiatan hari ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat di tengah masyarakat. Kami dari kelurahan akan terus mendampingi proses ini sampai tuntas,” ujar HCM.
Korban terdampak, Kevin, terlihat ikut terlibat dalam kegiatan bersama warga. Ia mengaku terharu dengan dukungan yang terus mengalir sejak awal kejadian hingga proses perbaikan dimulai. “Saya berterima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu kami, semoga kebaikan ini dibalas oleh Tuhan,” ucapnya penuh haru.
Dengan dimulainya proses perbaikan ini, diharapkan pembangunan rumah dapat berjalan cepat dan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kolaborasi yang solid antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga sosial menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi nyata bagi warga yang terdampak musibah.
Meski demikian, mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia, bantuan tambahan masih sangat dibutuhkan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih maksimal. Untuk itu, diharapkan kepada instansi terkait, lembaga sosial, maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian, dapat turut berkontribusi membantu percepatan penyelesaian rumah tersebut hingga benar-benar layak huni.
Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
Penulis : Rj Damez
Editor : Redaktur


















