DENTUMNEWS.COM,Bogor | Suasana santai namun penuh makna terasa dalam kegiatan “Ngopi di Saung BAI” yang digelar oleh Badan Advokasi Indonesia (BAI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Bogor Raya. Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC Bogor Raya, Rendi, sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Sabtu, (11/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di saung bernuansa tradisional ini menjadi wadah diskusi terbuka antara pengurus BAI, anggota, serta masyarakat sekitar yang berlokasi di Kampung Jampang Desa Sukasari. Dengan konsep santai “ngopi bareng” yang dipadukan dengan kebersamaan ngeliwet (makan bersama khas Sunda), peserta diajak berdialog mengenai berbagai persoalan hukum dan sosial yang tengah dihadapi.
Hidangan sederhana yang disajikan dalam tradisi ngeliwet menambah keakraban suasana. Para peserta duduk melingkar, menikmati makanan bersama sambil berdiskusi, sehingga tercipta komunikasi yang lebih hangat, terbuka, dan penuh kekeluargaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya, Rendi menegaskan bahwa pendekatan informal seperti ini dinilai efektif untuk mendekatkan organisasi dengan masyarakat.
“Kami ingin hadir tidak hanya saat ada masalah, tetapi juga menjadi sahabat diskusi masyarakat. Dari obrolan ringan seperti ini, sering muncul persoalan penting yang perlu segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa BAI berkomitmen untuk memberikan pendampingan hukum yang inklusif dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat. Menurutnya, banyak warga yang masih ragu atau takut untuk berkonsultasi hukum karena menganggap prosesnya rumit dan mahal.
Melalui program “Ngopi di Saung BAI”, DPC Bogor Raya berharap dapat menghapus stigma tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi hukum, di mana masyarakat diberikan pemahaman dasar terkait hak dan kewajiban mereka di mata hukum.
Sejumlah peserta mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai membawa suasana baru dalam pendekatan advokasi.
“Biasanya bicara hukum itu tegang, tapi di sini santai, apalagi sambil ngeliwet, jadi lebih mudah dipahami,” ujar Alik Emon, salah satu anggota yang hadir.
Ke depan, BAI DPC Bogor Raya berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin, sekaligus memperluas jangkauan ke berbagai wilayah lain. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran organisasi sebagai jembatan antara masyarakat dan akses keadilan.
Dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan, “Ngopi di Saung BAI” menjadi bukti bahwa advokasi hukum tidak harus selalu kaku, tetapi bisa dilakukan dengan pendekatan humanis dan membumi, bahkan melalui kebersamaan sederhana seperti ngopi dan ngeliwet bersama.
Penulis : Rj.Damez


















