Proyek Bermasalah Kembali di Kecamatan Legok: CV. Berkah Jaya Sule Diduga Kurangi Spesifikasi untuk Raup Keuntungan

Sabtu, 26 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto papan anggaran CV Berkah sule jaya

Foto papan anggaran CV Berkah sule jaya

DENTUMNEWS.COM, TANGERANG | Dugaan penyimpangan proyek kembali mencuat di Kecamatan Legok. Proyek pembangunan saluran Udith di Desa Cirarab, tepatnya di RT 002/001, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran teknis dan spesifikasi pekerjaan. Proyek yang diduga dilaksanakan oleh CV. Berkah Jaya Sule ini disinyalir tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Hasil investigasi dan pantauan langsung awak media dan LSM di lapangan mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang mencolok. Saluran Udith dipasang tanpa menggunakan lapisan pasir atau mortar sebagai alas dasar, padahal ini merupakan prosedur standar untuk memastikan kestabilan dan ketahanan konstruksi. Lebih mencengangkan lagi, pekerjaan tetap dilanjutkan meski saluran masih dalam kondisi tergenang air, yang tentu saja berpotensi mempercepat kerusakan struktur.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Banten Lakukan Evakuasi 6 Nelayan yang Meninggal Dunia Di Kapal

Yang juga menjadi perhatian adalah penggunaan komponen Udith yang tidak memiliki merek. Hal ini mengindikasikan bahwa material yang digunakan tidak memenuhi standar kualitas yang disyaratkan dalam RAB. Padahal, kualitas material merupakan salah satu faktor kunci dalam menjamin umur panjang dan keamanan infrastruktur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pekerja yang ditemui di lokasi mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pelaksana proyek tersebut.
“Saya tidak tahu, Bang, siapa pelaksananya. Saya baru ikut kerja sama bos ini. Kalau untuk ampar pasir memang tidak dipakai, soalnya katanya dasarnya cadas,” ujarnya polos.

Pernyataan tersebut menambah kuat dugaan bahwa proyek ini dijalankan dengan pengawasan yang minim, bahkan mungkin tanpa perencanaan yang matang.

Baca Juga :  Dipecat Sepihak: Seorang Karyawati Muda Mengadu ke LSM HARIMAU

Menanggapi kondisi ini, Suparta, perwakilan dari DPW LSM Harimau, angkat bicara dan menyampaikan kekecewaannya terhadap lemahnya pengawasan dari pihak terkait, khususnya dari kecamatan.
“Ini bukti bahwa pengawasan dari instansi yang berwenang sangat lemah. Kontraktor seperti dibiarkan bermain sesuka hati. Tidak ada amparan pasir, saluran dipasang saat air tergenang, dan Udith-nya pun tidak bermerek. Ini jelas pelanggaran. Kami akan segera menyurati pihak Inspektorat agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Menurut Suparta, praktik seperti ini bukan hanya melanggar ketentuan teknis, tetapi juga berpotensi merugikan masyarakat. Proyek yang seharusnya memberi manfaat jangka panjang, justru bisa menjadi sumber masalah baru karena kualitasnya diragukan.

Respons dari Pihak Kecamatan sangat Minim

Baca Juga :  Diduga Proyek Hotmix Swakelola Desa Curug Wetan Tidak Sesuai Standar Dan Kualitas

Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kasi Umum Kecamatan Legok, Nurbaeti, memberikan jawaban singkat, “Saya tadi lagi rapat, ke pengawas aja.”
Namun ketika wartawan mencoba menghubungi pengawas proyek melalui sambungan telepon, tidak ada respons hingga berita ini disusun.

Kondisi ini menambah daftar panjang proyek bermasalah yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, dan memunculkan pertanyaan besar: sejauh mana sebenarnya pengawasan dari pihak pemerintah terhadap proyek-proyek yang didanai oleh uang rakyat?

Masyarakat berharap agar pihak terkait, mulai dari kecamatan hingga Inspektorat Daerah, segera melakukan evaluasi dan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Sebab jika dibiarkan, praktik semacam ini bisa terus terjadi dan menimbulkan kerugian besar bagi pembangunan daerah.

Penulis : Rudy_arra

Editor : Redaksi

Berita Terkait

‎FORMI Soroti Kinerja LPTQ Kabupaten Tangerang, Tegaskan Pentingnya Modernisasi Sistem Pembinaan MTQ
Bupati Kabupaten Tangerang Hadiri Seminar Model Sekolah Unggul dan Parenting
‎Parah! Siswa MI Nurul Huda Curug Wetan Terima Makanan MBG Busuk
‎Hotmix Baru Seumur Jagung di Kp. Jaha Sudah Rusak, GNP Tipikor Soroti Lemahnya Pengawasan Kecamatan Pagedangan‎
ATR/BPN Kabupaten Tangerang Mendapat Kiriman Karangan Bunga Bernada Kritik Bentuk Rasa Kecewa Masyarakat
Betonisasi Jalan Pedesaan di Bojong Indah: Upaya Pemerintah Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Mengenaskan! Mutu Dipertanyakan: Proyek Hotmix di Legok Diduga Kurangi Bahan dan Ketebalan
Ketua FJB Angkat Bicara, Pembangunan Infrastruktur di Binong Hanya Kepentingan
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:56 WIB

Bupati Kabupaten Tangerang Hadiri Seminar Model Sekolah Unggul dan Parenting

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:11 WIB

‎Parah! Siswa MI Nurul Huda Curug Wetan Terima Makanan MBG Busuk

Jumat, 19 Desember 2025 - 15:56 WIB

‎Hotmix Baru Seumur Jagung di Kp. Jaha Sudah Rusak, GNP Tipikor Soroti Lemahnya Pengawasan Kecamatan Pagedangan‎

Selasa, 16 Desember 2025 - 07:32 WIB

ATR/BPN Kabupaten Tangerang Mendapat Kiriman Karangan Bunga Bernada Kritik Bentuk Rasa Kecewa Masyarakat

Rabu, 10 Desember 2025 - 12:53 WIB

Betonisasi Jalan Pedesaan di Bojong Indah: Upaya Pemerintah Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru

Kabupaten Tangerang

HCM: Gerebek Posyandu Melati 2 Curug Kulon, Dorong Kesehatan Ibu dan Balita

Rabu, 14 Jan 2026 - 12:51 WIB