Menjaga Persatuan Warga: Langkah Bijak Wibowo Budi Utomo di Tengah Dinamika Pemilihan RW

Minggu, 18 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENTUMNEWS.COM, TANGERANG | Dinamika dalam pemilihan Ketua RW 04 di Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Salah satu calon, Wibowo Budi Utomo, akhirnya mengambil langkah bijak dengan menyatakan pengunduran diri dari proses pencalonan, menyusul adanya penolakan dari sebagian warga, khususnya dari RT 01 dan RT 02.

Penolakan tersebut dilandasi oleh alasan budaya, di mana sebagian masyarakat berpendapat bahwa calon Ketua RW sebaiknya merupakan warga asli atau yang terlahir di Desa Serdang Wetan. Isu ini kemudian berkembang menjadi perdebatan di lingkungan warga.

Keputusan Wibowo untuk mundur diambil setelah melalui serangkaian dialog dan musyawarah secara kekeluargaan dengan perwakilan warga yang menyampaikan keberatan. Pertemuan penting ini berlangsung pada Sabtu malam, 18 Mei 2025, dan menghasilkan kesepakatan damai yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan serta mencegah potensi konflik lebih besar.

Menurut sumber terdekat, keputusan ini bukanlah hal yang mudah bagi Wibowo Budi Utomo. Namun, ia menilai bahwa keutuhan lingkungan dan kenyamanan warga harus menjadi prioritas utama dibandingkan jabatan maupun kepentingan pribadi.

“Saya percaya, pemimpin yang baik bukan hanya soal menang dalam pemilihan, tetapi juga mampu menilai situasi dan mengambil langkah bijak demi menjaga harmoni sosial. Karena itu, saya memilih untuk mundur dan memberi ruang bagi proses demokrasi yang lebih sehat,” ujar Wibowo Budi Utomo dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, Wibowo Budi Utomo menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada semua pihak yang telah mendukung pencalonannya, terutama warga Perumahan Duta Asri RT 03. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa, lembaga desa, dan panitia penyelenggara pemilihan atas dedikasi mereka, serta memohon maaf apabila selama proses pencalonan terdapat tutur kata atau perilaku yang kurang berkenan.

Baca Juga :  Berkedok Bangunan Pribadi, Pembangunan Balai Warga Aspirasi Dewan Kodir di Rancagong Diduga Menyesatkan Informasi Publik

“Semoga pemilihan RW nantinya dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi wilayah kita. Walaupun saya batal mencalonkan diri, saya tetap akan mendukung semua kegiatan yang bertujuan untuk kemajuan lingkungan,” tambahnya.

Sebagai bentuk sikap legawa, Wibowo Budi Utomo juga bersedia menerima menyelesaikan segala bentuk kerugian, baik materiel maupun inmateriel, yang mungkin timbul selama proses pencalonan secara kekeluargaan. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat yang digelar di kediaman Kepala Desa Serdang Wetan, Dodi Munanto. Rapat tersebut turut dihadiri oleh panitia pemilihan RW, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari berbagai RT.

Pihak warga yang sebelumnya menyuarakan penolakan turut mengapresiasi sikap Wibowo Budi Utomo. Salah satu tokoh masyarakat menyatakan:

“Kami menghargai keputusan beliau. Ini contoh pemimpin yang memikirkan kepentingan bersama, bukan sekadar ego pribadi.”

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Dodi Munanto memberikan klarifikasi bahwa penolakan terhadap Wibowo Budi Utomo bukan berasal dari panitia pemilihan maupun pemerintah desa, melainkan murni merupakan aspirasi dari masyarakat.

Baca Juga :  PSHT DESAK KEPOLISIAN TANGKAP PELAKU PEMBACOKAN: Aksi Demo di Mapolresta Tangerang Menuntut Keadilan

“Ini bukan keputusan dari panitia atau kepala desa, melainkan suara langsung dari warga. Dan demi keutuhan bersama, Pak Wibowo Budi Utomo telah mengambil langkah yang sangat bijak,” tegas Dodi.

Lebih lanjut, Dodi juga mengimbau masyarakat
“Setiap warga yang memiliki KTP Desa Serdang Wetan memiliki hak yang sama dalam membangun lingkungan. Jangan ada pembedaan,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat menyikapi perbedaan tersebut dengan kepala dingin, semangat musyawarah, dan nilai-nilai persatuan.

Meskipun Ketua RW 04 yang baru belum ditetapkan, proses ini menunjukkan bahwa kedewasaan dalam berdemokrasi dan semangat gotong royong masih tertanam kuat dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Serdang Wetan.

Berita Terkait

‎Sosialisasi Penerima Bantuan Rehabilitasi RTLH Tahun Anggaran 2026 Digelar di Desa Babat‎
‎Camat Legok Turun Langsung Pantau Pelayanan Akte Kelahiran, Warga Merasa Lebih Mudah dan Terbantu‎
Dewan Imam Sucipto: Serap Aspirasi Masyarakat Dapil 5 Wilayah Sukabakti
‎Diduga Proyek Drainase Yang Dikerjain Cv Putri Najwa Gunakan Udit Abal-Abal
‎Di Tengah Duka, Dewan Firman Maulana Hadir: Ulurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pagedangan
Wagub Dimyati Hadiri Forum Kebangsaan Bersama Menkopolkam, Bahas Penguatan Bangsa
Kecamatan Curug: Sesuaikan Jam Pelayanan dan Buka Layanan Malam Selama Ramadhan 1447 H
Warga RW 08 Sukabakti Gelar Isra Mi’raj,Dewan Imam Sucipto: Sholat adalah Tiang Agama
Berita ini 253 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:27 WIB

‎Sosialisasi Penerima Bantuan Rehabilitasi RTLH Tahun Anggaran 2026 Digelar di Desa Babat‎

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:02 WIB

‎Camat Legok Turun Langsung Pantau Pelayanan Akte Kelahiran, Warga Merasa Lebih Mudah dan Terbantu‎

Senin, 20 April 2026 - 23:43 WIB

Dewan Imam Sucipto: Serap Aspirasi Masyarakat Dapil 5 Wilayah Sukabakti

Senin, 20 April 2026 - 01:02 WIB

‎Diduga Proyek Drainase Yang Dikerjain Cv Putri Najwa Gunakan Udit Abal-Abal

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:20 WIB

‎Di Tengah Duka, Dewan Firman Maulana Hadir: Ulurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pagedangan

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Polisi Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal di Curug, Empat Pelaku Diamankan

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:07 WIB