Rhonita Rizky & Diana Ayu Dita
Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan – Universitas Pamulang
DENTUMNEWSCOM.Tangsel | Abstrak, Visi, misi, dan tujuan sekolah merupakan landasan strategis yang menentukan arah perkembangan lembaga pendidikan. Pada era implementasi Kurikulum Merdeka, sekolah dituntut merumuskan visi, misi, dan tujuan yang relevan dalam membentuk karakter serta kompetensi peserta didik sesuai Profil Pelajar Pancasila. Artikel ini membahas model perumusan visi, misi, dan tujuan sekolah yang sistematis, partisipatif, dan berorientasi pada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Pendekatan ini mencakup analisis kebutuhan sekolah, identifikasi nilai inti, penyusunan draft visi dan misi, perumusan tujuan terukur, serta validasi bersama pemangku kepentingan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model perumusan yang tepat dapat meningkatkan keselarasan antara program sekolah dan pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, rumusan visi, misi, dan tujuan yang terarah sangat penting untuk mewujudkan lulusan berkarakter Pancasila, adaptif, kreatif, dan responsif terhadap tantangan masa depan.
Pendahuluan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap sekolah memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Dalam Kurikulum Merdeka, penguatan karakter diwujudkan melalui Profil Pelajar Pancasila yang terdiri atas enam dimensi:
- beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia,
- berkebhinekaan global,
- gotong royong,
- mandiri,
- bernalar kritis,
- kreatif.
Untuk mencapai sasaran tersebut, sekolah perlu memiliki arah yang jelas melalui visi, misi, dan tujuan yang terancang dengan baik. Namun, banyak sekolah masih merumuskan visi dan misi secara formalitas tanpa analisis mendalam atau keterkaitan dengan kebutuhan peserta didik serta tantangan aktual pendidikan. Oleh karena itu, dibutuhkan model perumusan yang sistematis, partisipatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Model perumusan visi, misi, dan tujuan sekolah yang berorientasi pada Profil Pelajar Pancasila menyediakan kerangka yang dapat menghasilkan rumusan bermakna dan operasional. Proses ini dilakukan melalui analisis kebutuhan, identifikasi nilai inti, penyusunan draft, hingga validasi bersama pemangku kepentingan seperti guru, siswa, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat.
Pentingnya Visi, Misi, dan Tujuan dalam Pendidikan
Visi menggambarkan kondisi ideal yang ingin dicapai sekolah di masa depan, sedangkan misi menjelaskan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan visi tersebut. Tujuan merupakan penjabaran operasional yang dapat diukur sebagai indikator pencapaian.
Ketiga unsur tersebut bukan hanya dokumen administratif, tetapi pedoman utama dalam merancang program, pembelajaran, dan budaya sekolah. Dalam konteks Profil Pelajar Pancasila, rumusan visi dan misi harus mencerminkan enam dimensi karakter dan kompetensi yang menjadi arah pembinaan peserta didik.
Prinsip Perumusan Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah
Agar selaras dengan Profil Pelajar Pancasila, perumusan visi, misi, dan tujuan harus memenuhi prinsip berikut:
- Partisipatif – melibatkan guru, kepala sekolah, siswa, orang tua, dan komite sekolah.
- Relevan – sesuai kebutuhan sekolah dan perkembangan sosial budaya.
- Inspiratif – memberikan motivasi untuk melakukan perubahan positif.
- Berfokus pada karakter dan kompetensi – terutama dimensi Profil Pelajar Pancasila.
- Terukur – terutama pada aspek tujuan yang dapat dievaluasi secara berkala.
Model Perumusan Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah
- Analisis Kondisi Sekolah (Needs Assessment)
Tahap awal dilakukan melalui analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Analisis ini mencakup budaya sekolah, sarana prasarana, mutu pembelajaran, dan karakter peserta didik.
- Identifikasi Nilai Profil Pelajar Pancasila
Sekolah menentukan nilai dan kompetensi utama yang menjadi prioritas. Contohnya, sekolah yang peserta didiknya kurang percaya diri dapat memfokuskan pada dimensi mandiri dan kreatif.
- Penyusunan Draft Visi
Visi dirumuskan secara singkat, jelas, inspiratif, dan menggambarkan harapan masa depan. Rumusan visi perlu mencerminkan karakter Profil Pelajar Pancasila.
- Perumusan Misi sebagai Strategi
Misi menjelaskan upaya strategis, misalnya:
Mengembangkan pembelajaran berbasis proyek untuk membentuk kreativitas dan kolaborasi.
Menguatkan peran ekstrakurikuler untuk membina karakter dan kepemimpinan.
Meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.
- Menetapkan Tujuan Sekolah yang Terukur
Tujuan harus konkret dan dapat dievaluasi. Contohnya:
Meningkatkan persentase keterlibatan siswa dalam projek berbasis komunitas.
Meningkatkan hasil asesmen karakter pada dimensi gotong royong.
Menyelenggarakan pelatihan guru minimal dua kali setahun terkait pembelajaran inovatif.
- Konsultasi dan Validasi
Draft visi, misi, dan tujuan dievaluasi bersama stakeholder melalui forum diskusi atau lokakarya.
- Pengesahan dan Sosialisasi
Rumusan akhir disahkan dan disosialisasikan melalui papan informasi sekolah, situs web, buku panduan, dan kegiatan internal sekolah.
Implementasi dalam Kegiatan Sekolah
Tahap terpenting dari perumusan visi, misi, dan tujuan adalah implementasinya. Sekolah perlu mengintegrasikan nilai Profil Pelajar Pancasila dalam:
- Pembelajaran
Pembelajaran berdiferensiasi
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Integrasi nilai karakter dalam mata pelajaran
- Budaya Sekolah
Kegiatan pembiasaan
Kerja sama dan kepedulian sosial
Keteladanan warga sekolah
- Manajemen Sekolah
Program kerja tahunan
Evaluasi berkala
Supervisi akademik dan manajerial
Kesimpulan
Perumusan visi, misi, dan tujuan sekolah merupakan proses strategis yang menentukan arah pengembangan lembaga pendidikan. Melalui model yang sistematis dan partisipatif, sekolah dapat menghasilkan rumusan yang relevan dengan kebutuhan masa kini dan mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, sekolah dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Daftar Pustaka
Kemendikbudristek. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kemendikbudristek. (2021). Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
Mulyasa, E. (2017). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sagala, S. (2013). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Slamet, P. H. (2019). Pengelolaan Pendidikan: Konsep, Prinsip, dan Aplikasi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Suryosubroto, B. (2012). Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Uno, H. B., & Lamatenggo, N. (2020). Manajemen Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.


















