DENTUMNEWS.COM,Jakarta | Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) meresmikan Grand Opening Press Club Indonesia yang dirangkaikan dengan Simposium Nasional, di Press Club Indonesia, Jalan Veteran II No. 7C, Gambir, Jakarta Pusat. Acara yang dihadiri tokoh pers, akademisi, dan praktisi media ini mengusung tema “Menyongsong Indonesia Emas 2045: Media Baru dan Platform Global Sebuah Keniscayaan.” Sabtu, (15/11/2025).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi insan pers untuk memperkuat peran strategis media siber di tengah pesatnya transformasi digital. SMSI menegaskan bahwa media harus mampu beradaptasi cepat agar tetap menjadi pilar informasi yang kredibel di era persaingan global.
Penguatan Peran Media dalam Ekosistem Digital
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum SMSI, Drs. Firdaus, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Press Club Indonesia akan menjadi ruang strategis bagi pengembangan kapasitas wartawan serta pusat pertukaran gagasan antarinsan media. Ia menilai, kehadiran platform ini sangat relevan dalam meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia.
Sementara itu, Mayjen (Purn) Herwin Suparjo, S.Sos., SH, selaku Wakil Ketua Dewan Pembina SMSI, mengapresiasi langkah progresif SMSI dalam membuka ruang diskusi terbuka mengenai arah baru industri media. Di sisi lain, Totok Suryanto, Wakil Ketua Dewan Pers, menekankan pentingnya regulasi yang adaptif agar media siber nasional dapat berkembang di tengah penetrasi platform digital global.
Simposium Nasional: Media Baru dan Tantangan Global
Simposium yang dipandu Edi Wahyudi, S.Sos., M.Si., menghadirkan tiga narasumber kompeten:
Prof. Dr. Rizal E. Halim — Guru Besar UI / Ketua BPKN RI 2020–2023
Dr. Agus Sudibyo — Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI
Alexander Suban — Koordinator Organisasi dan Tata Kelola Komite Publisher Rights
Dalam paparannya, para narasumber membahas isu-isu penting seperti pergeseran perilaku konsumsi informasi, urgensi perlindungan hak penerbit (publisher rights), dominasi platform global, serta penataan regulasi yang berpihak pada media nasional.
Prof. Rizal menyoroti perlunya inovasi model bisnis media agar tidak bergantung pada satu sumber pendapatan. Dr. Agus Sudibyo menambahkan bahwa kedaulatan informasi harus menjadi perhatian utama negara di era digital. Sementara Alexander Suban menekankan pentingnya sinergi antara media dan regulator untuk memperkuat tata kelola ekosistem pers.
Komitmen SMSI Membangun Ekosistem Media Sehat
Melalui peluncuran Press Club Indonesia, SMSI berharap dapat mendorong kolaborasi lintas sektor, memperkuat profesionalisme wartawan, serta menjadi wadah yang mampu menjawab tantangan industri media di masa depan.
Acara ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube @semistv, memberikan kesempatan bagi publik untuk mengikuti rangkaian simposium secara luas.
Dengan terselenggaranya acara ini, SMSI menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem media yang sehat, inovatif, dan berdaya saing global demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Penulis : Rj Damez
Sumber Berita : SMSI Pusat/WD


















