DENTUMNEWS.COM,Tangerang | Warga RW 17, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, digegerkan dengan penemuan jenazah bayi pada Jumat (27/3/2026) pagi. Aparat dari Polres Tangerang Selatan bergerak cepat dengan menerjunkan unit khusus guna mengungkap kasus tersebut.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Abdurrochman Ismail, terpantau langsung berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memimpin proses identifikasi awal.
Kehadiran Unit PPA bertujuan memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur hukum terkait perlindungan anak, sekaligus mendalami kemungkinan adanya unsur penelantaran maupun tindak pidana lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memperkuat penyelidikan, kepolisian turut menerjunkan Unit K9. Anjing pelacak dikerahkan untuk menyisir area lahan kosong di sekitar lokasi guna mencari jejak serta barang bukti yang diduga berkaitan dengan pelaku.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang warga, Polin Sianturi (66). Ia menemukan jenazah bayi dalam kondisi terbungkus handuk berwarna biru, diletakkan di bawah gundukan tanah yang ditaburi bunga.
Temuan tersebut sempat menimbulkan kecurigaan warga sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petunjuk penting kemudian diperoleh dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di portal RT 03. Berdasarkan rekaman, sekitar pukul 00.03 WIB terlihat dua orang berboncengan sepeda motor memasuki area tersebut.
Seorang perempuan yang mengenakan sweater putih tampak turun dari kendaraan dan berada di lokasi selama kurang lebih 20 menit sebelum akhirnya meninggalkan tempat kejadian bersama rekannya.
Sekretaris RW 17, Muhammad Rudi Kurniawan, S.H., mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangani kasus ini.
“Kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada Ipda Abdurrochman Ismail beserta tim. Ke depan, kami juga akan meningkatkan pengawasan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Ia bersama warga berharap pelaku segera terungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami berharap pelaku segera ditemukan agar ada kejelasan dan keadilan atas peristiwa ini,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.


















