Kementerian BUMN Pertimbangkan Penutupan 14 Perusahaan BUMN yang Sakit

Senin, 1 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi BUMN.(ist)

Illustrasi BUMN.(ist)

DENTUMNEWS.COM, Jakarta | Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) tengah mengalami kondisi keuangan yang memprihatinkan. Kementerian BUMN mencatat bahwa ada 14 perusahaan yang saat ini sedang dalam kondisi sakit dan nasibnya tengah dikaji oleh Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Jika tidak ada upaya penyelamatan yang berhasil, Kementerian BUMN berencana untuk melakukan penutupan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengungkapkan bahwa penutupan akan dilakukan jika perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat diperbaiki atau ditransformasi. “Kalau misalnya tidak bisa diperbaiki, tidak bisa ditransformasi, kita akan menambah penutupan lagi,” ujarnya pada Selasa (25/6).

Dari total 14 BUMN yang berada dalam kondisi sakit, enam di antaranya terancam dibubarkan. Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Yadi Jaya Ruchandi, menyebutkan bahwa perusahaan tersebut adalah PT Indah Karya (Persero), PT Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Varuna Tirta Prakasya (Persero), dan PT Semen Kupang (Persero).

“Yang potensi minimum operasi itu sebenarnya more than likely akan kita stop, apakah nanti lewat likuidasi atau pembubaran BUMN, sepertinya ke sana ujungnya,” kata Yadi dalam rapat panja dengan Komisi VI DPR, Senin lalu (24/6).

Namun, ada empat BUMN yang masih berpeluang untuk diselamatkan melalui penyehatan dan restrukturisasi. Keempat perusahaan tersebut adalah PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) atau Persero Batam, PT Industri Kapal Indonesia (Persero), PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), dan PT Boma Bisma Indra (Persero).

Baca Juga :  Pembangunan Betonisasi Di jalan Raya Pagedangan-Cisauk Mendapatkan Apresiasi Dari Masyarakat

“Memang kalau mau secara gamblang (bagaimana BUMN yang sakit ke depan) dari 21+1, yang berpeluang (terselamatkan) itu cuma 4,” ujarnya.

Sementara itu, empat BUMN lainnya memerlukan penanganan lebih lanjut. Perusahaan tersebut adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT Primissima (Persero), Perum Percetakan Negara RI, dan PT Djakarta Lloyd (Persero).

Berikut adalah daftar 14 BUMN yang menjadi pasien PPA:

  1. PT Barata Indonesia (Persero)
  2. PT Boma Bisma Indra (Persero)
  3. PT Industri Kapal Indonesia (Persero)
  4. PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero)
  5. PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero)
  6. PT Djakarta Lloyd (Persero)
  7. PT Varuna Tirta Prakasya (Persero)
  8. PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero)
  9. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero)
  10. Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI)
  11. PT Indah Karya (Persero)
  12. PT Amarta Karya (Persero)
  13. PT Semen Kupang (Persero)
  14. PT Primissima (Persero)
Baca Juga :  PPATK Ungkap Lebih dari Seribu Anggota Legislatif Terlibat Judi Online

Kementerian BUMN berkomitmen untuk melakukan perampingan perusahaan BUMN hingga jumlahnya menjadi 40 perusahaan dengan 12 klaster yang membidangi fokus bisnis berbeda-beda. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja BUMN di masa mendatang.(red)

Berita Terkait

Kapolresta Tangerang Memimpin Rapat Anev Mingguan Bahas Situasi Kamtibmas Diwilayah Hukum Polresta Tangerang
Diduga Cv Mika Kontruksi Mengerjakan Proyek U-ditch Tidak Sesuai R.A.B
Kalender kesehatan bulan Juli 2024 mencakup beberapa peringatan penting
Dugaan Jual Beli Proyek Mecuat di Tangsel, Ketua GM Formats Angkat Bicara.
Pembangunan Betonisasi Di jalan Raya Pagedangan-Cisauk Mendapatkan Apresiasi Dari Masyarakat
Penipuan QRIS Palsu Marak, BRI Imbau Merchant Tingkatkan Kewaspadaan
Dinamika Pilgub Jakarta 2024: Poros Ketiga Mulai Mencuat
Menyikapi Tantangan Ekonomi Global Menjelang Pelantikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:15 WIB

Kapolresta Tangerang Memimpin Rapat Anev Mingguan Bahas Situasi Kamtibmas Diwilayah Hukum Polresta Tangerang

Kamis, 11 Juli 2024 - 22:49 WIB

Diduga Cv Mika Kontruksi Mengerjakan Proyek U-ditch Tidak Sesuai R.A.B

Senin, 8 Juli 2024 - 10:38 WIB

Kalender kesehatan bulan Juli 2024 mencakup beberapa peringatan penting

Minggu, 7 Juli 2024 - 14:54 WIB

Dugaan Jual Beli Proyek Mecuat di Tangsel, Ketua GM Formats Angkat Bicara.

Sabtu, 6 Juli 2024 - 15:18 WIB

Pembangunan Betonisasi Di jalan Raya Pagedangan-Cisauk Mendapatkan Apresiasi Dari Masyarakat

Berita Terbaru