DENTUMNEWS.COM,Tangerang | Proyek pemasangan saluran U-ditch di Jalan Asahan Raya, RW 014, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, yang dikerjakan oleh CV. Izza Putri Mandiri dengan nilai anggaran Rp 99.650.000, kembali menuai sorotan. Pekerjaan yang berlangsung pada Selasa (08/12/2025) itu diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis serta jauh dari standar kualitas.
Hasil pantauan awak media di lapangan menunjukkan sejumlah kejanggalan, di antaranya:

U-ditch dipasang tanpa mortar/ampar dasar setebal 5 cm, padahal hal ini merupakan standar konstruksi untuk menjaga kekuatan dan kestabilan saluran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
U-ditch dipasang dalam kondisi tergenang air, yang berpotensi melemahkan struktur dan mempercepat kerusakan.
Pemasangan tidak rata dengan bahu jalan, menimbulkan kesan bahwa pekerjaan dilakukan tanpa ketelitian dan tanpa pengawasan.
Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa proyek bernilai puluhan juta rupiah yang dibiayai dari APBD Kabupaten Tangerang ini telah dikerjakan secara asal-asalan.
Minimnya pengawasan dari pihak Kecamatan Kelapa Dua disinyalir menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas pekerjaan. Padahal, proyek APBD adalah penggunaan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan profesional.


Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh CV. Izza Putri Mandiri. Namun saat dikonfirmasi, pengawas lapangan justru melempar tanggung jawab dengan memberikan nomor seseorang bernama Wy, yang disebut sebagai pelaksana.
Ketika dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, Wy mengaku hanya sebagai pekerja dan tidak memahami detail pekerjaan, sehingga menambah kuat dugaan bahwa proyek ini tidak dikelola secara benar oleh pihak kompeten.
Sejumlah warga sekitar menyampaikan keluhannya kepada tim DentumNews.com. Seorang warga berinisial JN menilai proyek tersebut sangat tidak profesional.
“Banyak U-ditch dilewati, tidak dipasang. Pekerjaannya asal-asalan,”ujar JN.
Lebih memilukan lagi, sepasang lansia yang rumahnya berada tepat di depan lokasi pemasangan mengaku dirugikan. Mereka menunjukkan bagian depan rumah yang berlubang karena U-ditch tidak dipasang, serta pagar yang rusak akibat pengerjaan tersebut.
“Kalau malam saya keluar, terus jatuh bagaimana? Saya sudah tua, umur 80 tahun. Pagar saya juga tidak dipasang lagi, rel pagar hancur. Orang bisa masuk rumah saya,” ucap sang nenek dengan mata berkaca-kaca.


Proyek yang seharusnya memberikan dampak positif bagi warga justru terindikasi tidak dikerjakan secara maksimal, sehingga berisiko menimbulkan kerusakan dini pada saluran U-ditch. Rendahnya kualitas pekerjaan ini dinilai sebagai dampak dari lemahnya pengawasan dan adanya dugaan praktik kontraktor nakal yang hanya mengejar keuntungan.
Penulis : Rudy_ara/Team
Editor : Redaktur


















