Tanah Timbul di Laut Dijadikan Tanah Garapan, Polisi: 3 Mafia Tanah Ditetapkan Tersangka

Jumat, 26 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar

KOTA TANGERANG, DentumNews |


Polisi menetapkan tiga orang tersangka kasus mafia tanah di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mereka adalah Hengki Susanto (58), Hendra (64) dan Rohaman (52) mantan Kepala Desa (Kades) Kohod.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditetapkan tersangka, salah satu tersangka berinisial HS pun mengajukan Prapradilan melalui kuasa hukumnya.

Namun, Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, pada Selasa 23 Januari 2024 kemarin, melalui hakim tunggal Baseline Sihombing, menolak praperadilan para tersangka itu.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, mengungkapkan kasus dugaan pemalsuan dokumen tanah ini berawal dari laporan salah satu LSM kepada Kades Kohod saat ini. Dilaporkan pada pertengahan Agustus 2023 lalu. Selanjutnya temuan tersebut dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya.

Baca Juga :  Bambang Siap Dukung Penuh Prayudha Septiadi Wijaya Caleg DPR RI Banten Tiga

Lanjut Kapolres, proses penyelidikan dan penyidikan pun dilakukan unit Harda Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota dengan memeriksa saksi-saksi termasuk ahli hukum pidana.

“Jadi, terdapat tanah timbul di laut, yang telah dibuatkan dokumen palsu berupa surat keterangan tanah garapan oleh mantan kepala desa berinisial R (52),” kata Kapolres dalam keterangannya. Jum’at (26/1/2024).

Sebelum menetapkan status tersangka, Polisi terlebih dahulu telah memeriksa sebanyak 7 (tujuh) orang saksi, ahli yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan, serta ahli hukum pidana.

Baca Juga :  Desa Sukanegara Mengadakan Muslenbang Anggaran Tahun 2024

“Berdasarkan keterangan ahli bahwa tanah tersebut merupakan tanah timbul berupa daratan yang terbentuk secara alami karena proses pengendapan di pantai, seharusnya penguasaan tanahnya dikuasai oleh negara. Namun, oleh tersangka R dibuatkan dokumen palsu atas permintaan tersangka HS dan H,” ungkapnya.

Adapun jumlah bidang lahan yang telah dibuatkan dokumen palsu itu sebanyak 94 bidang seluas 553 hektare dikuasai oleh HS dan H kemudian ditawarkan kepada sejumlah pengembang. Dan tersangka R (mantan kades,red) menerima sejumlah uang sebagai kades yang menandatangani dokumen tanah timbul tersebut.

Baca Juga :  Akibat Lemahnya Pengawasan Dari Pihak Kecamatan Curug Proyek Drainase Di Kerjakan Asal Jadi

“Tanah Laut itu bisa dimanfaatkan, Namun dengan syarat wajib memiliki Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut atau KKPRL sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut,” tutur Zain.

Ia menjelaskan, lamanya proses pengungkapan kasus yang dilaporkan pada Agustus tahun lalu ini. Disebabkan tersangka HS dan H selalu mangkir dari panggilan Polisi dan H sempat dinyatakan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Ketiga tersangka kita jerat dengan pasal 263 KUHP ayat 1 dan 2  KUHP dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun,” tandas Zain.

Penulis : Red

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Polsek Metro Tamansari Gelar Apel Pengamanan Malam Idul Adha 2024 Untuk Pastikan Situasi Kondusif
DPC Partai Gerindra Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Koordinasi Dan Konsolidasi pemenangan Pilkada Banten 2024
Biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Bogor
Penertiban Bangunan di Bantaran Kali Alar Jiban Berjalan Kondusif
Rutan Cipinang Menjadi Tujuan Studi Tiru Dari Lapas Garut Dalam Meningkatkan Pelayanan Warga Binaan
Polres Metro Tangerang Kota Gelar Patroli Skala Besar Guna Mencegah Gangguan Kamtibmas
Polsek Ciomas Lakukan Investigasi Cek TKP Penemuan Mayat di Perumahan Ciomas Permai
Ribuan Warga Tangerang Selatan Antusias Menghadiri Acara Peluncuran Maskot dan Jingle Pilkada Kota Tangsel 2024
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 21:22 WIB

Polsek Metro Tamansari Gelar Apel Pengamanan Malam Idul Adha 2024 Untuk Pastikan Situasi Kondusif

Minggu, 16 Juni 2024 - 17:03 WIB

DPC Partai Gerindra Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Koordinasi Dan Konsolidasi pemenangan Pilkada Banten 2024

Jumat, 14 Juni 2024 - 10:15 WIB

Biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Bogor

Jumat, 7 Juni 2024 - 14:05 WIB

Penertiban Bangunan di Bantaran Kali Alar Jiban Berjalan Kondusif

Rabu, 5 Juni 2024 - 23:03 WIB

Rutan Cipinang Menjadi Tujuan Studi Tiru Dari Lapas Garut Dalam Meningkatkan Pelayanan Warga Binaan

Rabu, 5 Juni 2024 - 17:38 WIB

Polres Metro Tangerang Kota Gelar Patroli Skala Besar Guna Mencegah Gangguan Kamtibmas

Rabu, 5 Juni 2024 - 09:16 WIB

Polsek Ciomas Lakukan Investigasi Cek TKP Penemuan Mayat di Perumahan Ciomas Permai

Senin, 3 Juni 2024 - 09:43 WIB

Ribuan Warga Tangerang Selatan Antusias Menghadiri Acara Peluncuran Maskot dan Jingle Pilkada Kota Tangsel 2024

Berita Terbaru

Diduga Hotel Wisata Panangga Markas Cewe Mi Chat

Sekitar Kita

Diduga Hotel Wisata Panangga Dijadikan Markas Cewe Mi Chat

Senin, 17 Jun 2024 - 19:11 WIB

Hukum dan Kriminal

FPII Kecam Sikap Premanisme Oknum Debt Colektor Ancam Pimpinan KLTV Indonesia

Minggu, 16 Jun 2024 - 13:16 WIB