Tidak Terima Anaknya Meninggal Karena Main Hakim Sendiri, Orang Tua Melaporkan Ke Polres Tangerang Selatan

Sabtu, 6 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Tanda Bukti Laporan Polres Tangsel (DemtumNews.com)

Foto Tanda Bukti Laporan Polres Tangsel (DemtumNews.com)

Tangerang, DentumNews | Tidak terima anaknya meninggal karena keganasan oknum masyarakat di daerah Hukum Polsek Pagedangan Polres Tangerang Selatan Polda Metro Jaya yang berlokasi di Malangnengah Orang tua korban laporkan ke Polres Tangerang Selatan.

Pasalnya anaknya yang bernama Iqbal Maulana atau almarhum dihajar masa terduga mencuri kendaraan roda dua hingga mengakibatkan kehilangan nyawanya.Ibunya bercerita.

“Saya sedih banget, kok tega mereka gini kan anak saya, sampai muka lebam dan kepala banyak keluarin darah” sambil menangis sih ibu yang anaknya sampai meninggal karena keganasan warga yang main hakim sendiri.

Lanjut, orang tuanya meminta melalui Kuasa Hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Ampel Sakti Nusantara di karenakan sampai kehilangan nyawa anaknya.Dan sudah di laporkan ke Polres Tangerang Selatan menurut Sekjen LBH Ampel Sakti Nusantara yang biasa di sapa Guruh,

Baca Juga :  Lsm Ksatria Muda Serukan Kepung Kantor Disnaker Kabupaten Tangerang.

“Nyawa manusia tidak sebanding hanya dengan motor grand harga dua juta, pasti sangat perih hati seorang ibu mendengar anak meninggal dunia karena keganasan warga masyarakat MalangNengah yang main hakim sendiri tanpa proses hukum.” Ucapnya.

Dijelaskan oleh kuasa hukumnya, Fajar, SH. Berdasarkan Pasal 4 dan Pasal 33 Ayat (1) Undang–undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, bahwa perbuatan main hakim sendiri merupakan suatu tindakan yang bersifat melawan hukum dan melanggar hak asasi manusia, ini sangat tidak dibenarkan harus ada proses hukum lanjutan karena mereka yang terlihat ini harus segera ditangkap.” Jelasnya.

Baca Juga :  Maraknya Peredaran Obat Daftar G di Wilayah Hukum Tangerang Selatan, APH Terkesan Tutup Mata

“Kami akan kawal Kasus ini, sampai semua pelaku penganiayaan tertangkap, kami mohon Polsek Pagedangan untuk ikut dan serius terkait kematian anak klien kami.” Ucapnya.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Terbongkar! Dugaan Prostitusi Online Berkedok Booking Aplikasi Michat di Hotel Wisata Panangga
FPII Kecam Sikap Premanisme Oknum Debt Colektor Ancam Pimpinan KLTV Indonesia
Antusiasme Warga Kota Tangerang Mewarnai Acara Peluncuran Maskot Jingle dan tagline Pilkada 2024
Proyek Lanjutan Rehap GSG Dan Penataan Lingkup Gedung Kitribakti Curug Diduga Abaikan K3
Karya Latih Wartawan PWI Kota Tangerang Sukses Tingkatkan Kompetensi Anggota
Diduga Puluhan Remaja Hendak Tawuran Diamankan Polres Metro Tangerang Kota
Polres Metro Tangerang Kota Gelar Patroli Skala Besar Guna Mencegah Gangguan Kamtibmas
Polsek Ciomas Lakukan Investigasi Cek TKP Penemuan Mayat di Perumahan Ciomas Permai
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Juni 2024 - 19:11 WIB

Terbongkar! Dugaan Prostitusi Online Berkedok Booking Aplikasi Michat di Hotel Wisata Panangga

Minggu, 16 Juni 2024 - 13:16 WIB

FPII Kecam Sikap Premanisme Oknum Debt Colektor Ancam Pimpinan KLTV Indonesia

Senin, 10 Juni 2024 - 21:15 WIB

Proyek Lanjutan Rehap GSG Dan Penataan Lingkup Gedung Kitribakti Curug Diduga Abaikan K3

Minggu, 9 Juni 2024 - 13:51 WIB

Karya Latih Wartawan PWI Kota Tangerang Sukses Tingkatkan Kompetensi Anggota

Jumat, 7 Juni 2024 - 20:22 WIB

Diduga Puluhan Remaja Hendak Tawuran Diamankan Polres Metro Tangerang Kota

Rabu, 5 Juni 2024 - 17:38 WIB

Polres Metro Tangerang Kota Gelar Patroli Skala Besar Guna Mencegah Gangguan Kamtibmas

Rabu, 5 Juni 2024 - 09:16 WIB

Polsek Ciomas Lakukan Investigasi Cek TKP Penemuan Mayat di Perumahan Ciomas Permai

Senin, 3 Juni 2024 - 21:54 WIB

Polsek Panongan Berikan Penyuluhan Dan Pembinaan Anak-Anak SMP Pelaku Tawuran

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

FPII Kecam Sikap Premanisme Oknum Debt Colektor Ancam Pimpinan KLTV Indonesia

Minggu, 16 Jun 2024 - 13:16 WIB