Diduga PT Prinmaru Jaya Tak Memiliki Izin Legalitas yang Jelas.

Kamis, 3 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, DentumNews | PT.Gudang Primanru Jaya yang bergerak di bidang jasa pengangkutan dan pengolahan limbah B3 serta tank cleaning yang beralamat di Jalan Anugerah, Kampung Dukuh Mangga, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten diduga tak kantongi izin.

Selain itu, gudang miliknya tersebut beroperasi di kawasan padat penduduk atau zona pemukiman, tentunya hal itu sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar, terutama hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Apalagi telah diketahui bahwa perusahaan ini bergerak dalam bidang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harusnya pihak-pihak terkait tidak mengeluarkan izin operasionalnya, mengingat radius jarak gudang dengan pemukiman warga sangat dekat, ditambah lagi lokasi tersebut bukan merupakan zona pergudangan maupun industrial, Selasa, (01/08/2023).

Baca Juga :  Di duga Kades Jeungjing Menghina Ormas, LSM dan Wartawan

Kendati demikian, pihak PT. Primanru Jaya menyangkal bahwa perusahaannya tak berizin, karena menurut kesaksian petugas keamanan tempat tersebut sudah berdiri sejak tahun 1997.

Miris, perusahaan yang sudah lama berdiri, namun ketika hendak dikonfirmasi oleh Awak Media pihak mereka terkesan menghindar dengan berbagai alasan, mengaku punya izin tapi tidak dapat menunjukan dokumen yang dimilikinya.

Saat dikonfirmasi, petugas keamanan mengatakan bahwa untuk saat ini bagian personalia tidak dapat ditemui dengan alasan masih sibuk kerja, sedangkan jika ingin bertemu pemilik perusahaan, atur jadwal pada hari jum’at.

“Kalau mau konfirmasi ke ibu Evi nya langsung nanti hari jum’at, karena sekarang beliau masih diluar kota, HRD nya juga tidak ada,” ucapnya.

Sementara itu, Abdullah yang mengaku sebagai bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PT Primanru Jaya menyampaikan bahwa timnya akan segera menemui Awak Media.

Baca Juga :  Rano Alfath Dan Cak Nur Kholis Menghadiri Bimtek Canvassing Kortep Sekecamatan Curug

“Tinggalin aja KTP sama kartu Medianya bang, nanti saya infokan kepada tim untuk koordinasi ke abang,” ucapnya via Telepon Whattsapp melalui nomor milik Ibu Evi.

Mengenai Legalitas kata Abdullah, jangan tanya-tanya kepada dirinya, menurutnya itu haknya ingin menjawab atau tidak, sedangkan terkait izin silahkan ditanyakan langsung ke dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang.

“Jika ingin tahu izinnya, silahkan ke Dinas, geser dulu jangan rame-rame di depan kantor, enggak etis bang,” ujarnya.

Jika memang mempunyai legalitas yang jelas, apa salahnya jika pihaknya menunjukan dokumen yang dimilikinya, mengapa harus menghindar, disitu timbul pertanyaan besar di benak jurnalis, apakah ada dugaan gratifikasi kepada pihak-pihak terkait.

Sehingga lokasi yang diduga melanggar tata ruang tersebut tak tersentuh oleh Aparatur Penegak Hukum (APH), khususnya Dinas Tata Ruang dan Bangunan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Sudah di Tutup ! TPS Liar di Malang Nengah Nekat Beroperasi

Berdasarkan Pasal 98 dan/atau Pasal 104 jo Pasal 116 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.
 
Dijelaskan bahwa ancaman bagi yang melanggar Pasal 98 berupa pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dengan denda paling banyak Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah) dan/atau Pasal 104 berupa ancaman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dengan denda paling banyak Rp3.000.000.000 (tiga miliar rupiah).

Sampai berita ini diterbitkan dinas terkait belum dapat dikonfirmasi.

Penulis : Dedi dan tim

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Diduga Limbah B3 Pabrik Produksi Bahan Tinner di Sepatan Timur Dibuang Ke Kali Cisadane
Truk Tanah Beroperasi Siang Hari Di Jalan Diklat Pemda Curug Langgar Perbup No 47 Tahun 2018.
Forum Wartawan Harian Tangerang Tengah Rencanakan Program Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin
Sengketa Kadin Hadirkan Ahli Hukum Di Pengadilan Negeri Tangerang
Kepala Desa Kadu Jaya Hj Nena Dan Perwakilan PT ADR Group Resmikan Pembangunan Pelebaran Jembatan Dan Peningkatan Jalan
Diduga Belum Genap Satu Bulan Paving Blok di SMP Negeri 4 Sudah Rusak
CV. Rindang Cakrawala, Diduga Kurangi Ketebalan Hotmix di Jalan Lingkup Pemda Tigaraksa
Warga Keluhkan Adanya TPSP Di Tanah Pasum Perumahan Graha Citra Legok
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:47 WIB

Diduga Limbah B3 Pabrik Produksi Bahan Tinner di Sepatan Timur Dibuang Ke Kali Cisadane

Minggu, 4 Februari 2024 - 17:09 WIB

Truk Tanah Beroperasi Siang Hari Di Jalan Diklat Pemda Curug Langgar Perbup No 47 Tahun 2018.

Kamis, 4 Januari 2024 - 17:36 WIB

Forum Wartawan Harian Tangerang Tengah Rencanakan Program Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin

Kamis, 14 Desember 2023 - 20:16 WIB

Sengketa Kadin Hadirkan Ahli Hukum Di Pengadilan Negeri Tangerang

Kamis, 14 Desember 2023 - 15:37 WIB

Kepala Desa Kadu Jaya Hj Nena Dan Perwakilan PT ADR Group Resmikan Pembangunan Pelebaran Jembatan Dan Peningkatan Jalan

Rabu, 13 Desember 2023 - 10:19 WIB

Diduga Belum Genap Satu Bulan Paving Blok di SMP Negeri 4 Sudah Rusak

Selasa, 12 Desember 2023 - 20:57 WIB

CV. Rindang Cakrawala, Diduga Kurangi Ketebalan Hotmix di Jalan Lingkup Pemda Tigaraksa

Selasa, 12 Desember 2023 - 18:18 WIB

Warga Keluhkan Adanya TPSP Di Tanah Pasum Perumahan Graha Citra Legok

Berita Terbaru