Pembakaran Al-Qur’an di Bolehkan Swedia saat Idul Adha 2023, Turki Berang

Jumat, 30 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi konflik Swedia dan Turki terkait keanggotaan NATO. /Reuters/DADO RUVIC

Ilustrasi konflik Swedia dan Turki terkait keanggotaan NATO. /Reuters/DADO RUVIC

DentumNews | Turki mengecam keras Swedia yang melegalkan pembakaran Al-Qur’an. Hal itu terjadi saat umat Islam memperingati Hari Raya Idul Adha 2023. Kritik itu disampaikan Menteri Luar Negeri negara tersebut, Hakan Fidan.

Swedia diketahui membolehkan pembakaran yang menurut mereka dikategorikan sebagai salah satu aksi protes tersebut. Pemicunya adalah Turki yang menolak Swedia bergabung dengan NATO, aliansi pertahanan beranggotakan negara-negara Eropa dan Amerika Utara.

Ankara dikabarkan masih belum merestui bergabungnya Swedia tersebut. Protes keras dilontarkan di luar masjid yang ada di ibu kota Swedia, Stockholm. Dilansir dari laman The Guardian, demonstrasi itu bisa memperumit masalah tersebut.Progres Swedia untuk bergabung dengan NATO yang belum cukup sebelumnya dikomentari Presiden Turki, Erdogan, ketika bertemu Kanselir Jerman, Olaf Scholz. Protes pun mengalir dari dalam negeri Swedia.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyebut protes dengan pembakaran Al-Qur’an tidak tepat jika dikategorikan sebagai kebebasan berekspresi.

“Saya mengutuk protes keji di Swedia terhadap kitab suci kami pada hari pertama Idul Adha yang diberkati, tidak dapat diterima untuk mengizinkan protes anti-Islam atas nama kebebasan berekspresi,” kata Fidan.

Baca Juga :  Tiga Pelaku Pengeroyok Dua Jukir di Kemayoran Ditangkap

Sementara itu protes tersebut dihadiri sekira 200 orang pada Rabu, 28 Juni 2023 tersebut. Kepolisian Swedia disebut sudah mengizinkan aksi yang sebelumnya pernah dilakukan dengan dipimpin Rasmus Paludan dan diprotes banyak umat Islam.

Kegiatan protes itu berlangsung damai. Penanggung jawab demonstrasi itu beraksi dengan merobek halaman-halaman kitab suci umat Islam tersebut. Ia juga menyeka sepatunya dengan lembaran itu, juga membakar sebagian halamannya. Sepotong daging asap juga diletakkan di dalamnya.

Meski begitu, kepolisian tengah menyelidiki aksi itu karena dinilai melanggar larangan musiman menyalakan api di Swedia. Demonstran juga dituduh menghasut, melakukan pencobaan penyerangan, ada pula yang diamankan karena membawa batu.

Baca Juga :  Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng

Swedia dan Turki saling tuduh

Protes di Swedia tidak serta merta dilandasi tertundanya Turki menyetujui permohonan Swedia bergabung dengan NATO. Dukungan Swedia terhadap hak-hak Kurdi dinilai menyinggung Turki sehingga permohonan bergabung dengan NATO pun ditunda.

Adapun Swedia dituduh menyembunyikan orang-orang yang, menurut Turki, dikategorikan teroris. Turki juga menuntut orang-orang itu dipulangkan lewat proses ekstradisi. Protes berupa pembakaran Al-Qur’an pun dilakukan Rasmus Paludan, aktivis berdarah Swedia-Denmark di luar Kedutaan Turki di Stockholm.

Sumber Berita : pikiran-rakyat.com

Berita Terkait

Empat Tersangka Serangan Teroris di Konser Moscow
Jutaan Warga Inggris Terjebak dalam Kesulitan Ekonomi, Tercekik Utang
Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng
Duta Besar RI untuk Malaysia Pastikan Tidak Ada Intervensi Intelijen Dalam Pelaksanaan Pemilu 2024 di Kuala Lumpur
Gempa Maroko: Korban Tewas Tembus 2.000 Jiwa
Makan Siang Bersama Anies dan Ganjar Dijamu Raja Salman
Mantap! Untuk Melayani Jemaah Haji Yang Nyasar Mobil Golf di Turunkan
Palak Wisatawan Taiwan, Bea Cukai Indonesia Masuk Berita
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Maret 2024 - 23:08 WIB

Empat Tersangka Serangan Teroris di Konser Moscow

Senin, 25 Maret 2024 - 06:46 WIB

Jutaan Warga Inggris Terjebak dalam Kesulitan Ekonomi, Tercekik Utang

Rabu, 20 Maret 2024 - 08:35 WIB

Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng

Rabu, 14 Februari 2024 - 20:11 WIB

Duta Besar RI untuk Malaysia Pastikan Tidak Ada Intervensi Intelijen Dalam Pelaksanaan Pemilu 2024 di Kuala Lumpur

Minggu, 10 September 2023 - 09:49 WIB

Gempa Maroko: Korban Tewas Tembus 2.000 Jiwa

Jumat, 30 Juni 2023 - 17:29 WIB

Makan Siang Bersama Anies dan Ganjar Dijamu Raja Salman

Jumat, 30 Juni 2023 - 08:45 WIB

Mantap! Untuk Melayani Jemaah Haji Yang Nyasar Mobil Golf di Turunkan

Jumat, 30 Juni 2023 - 08:37 WIB

Pembakaran Al-Qur’an di Bolehkan Swedia saat Idul Adha 2023, Turki Berang

Berita Terbaru