Tahan Data Pribadi, Diduga Lintah Darat di Kota Tangerang Intimidasi dan Melanggar HAM

Minggu, 11 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TangerangDentumNews| Diduga seorang Rentenir atau juga sering disebut Lintah Darat terindikasi telah meng-intimidasi dan peras konsumennya dengan cara mengambil data pribadi asli sebagai jaminnanya, Minggu, 11/12/2022.

Menurut pengakuan konsumen yang ber-alamat di Kampung Cibodas Kecil, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, dirinya merasa diperas dan di intimidasi oleh seorang Rentenir yang menjalankan usaha Koperasi yang diduga tak ber-izin.

Pasalnya, ketika konsumen itu meminjam uang pada tempo lalu, ia tidak pernah menandatangani perjanjian dalam bentuk apapun, dan dirinya juga sudah membayar hutang berikut bunganya sesuai dengan nominal yang di pinjamnya, seharusnya hutang itu lunas, karena yang dibayarkan sudah lebih dari pokok dengan cara dicicil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan Pasal 47 ayat (1) UU Perkoperasian, salah satu alasan Pemerintah membubarkan Koperasi karena tidak memenuhi ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang. Bahkan Pemerintah dapat membubarkan Koperasi jika terbukti tak kantongi izin.

Menurut informasi dari seorang konsumen yang enggan disebutkan namanya, ia mengatakan bahwa dirinya merasa telah di intimidasi oleh seorang oknum yang mengaku dari pihak Koperasi dan dipersulit untuk mengambil data pribadi miliknya.

Sedangkan saat Awak Media menanyakan nama Koperasi itu kepada Konsumen, ia tidak tahu, dan menurutnya itu bukanlah Koperasi melainkan seorang Rentenir atau Lintah Darat.

Baca Juga :  Gelar Lomba Mancing, Desa Serdang Wetan Kenalkan Wisata Embung

Konsumen mengaku telah menyesal meminjam uang kepada Rentenir, karena pada kala itu dirinya sangat membutuhkan uang tersebut untuk keperluan rumah tangga nya, dan ia pun tak menyangka bakal seperti ini jadinya.

“Saya sampai di intimidasi oleh orang yang mengaku dari pihak Koperasi via pesan Whattsapp (WA), orang itu menagih agar saya mau membayar bunga yang telah disepakati oleh satu pihak. Tanpa ada pemberitahuan kepada saya dan suami,” Ujarnya.

Dikatakan Konsumen, uang yang ia pinjam itu senilai Rp. 1.000.000,00,- (Satu Juta Rupiah) ia pun sudah mengembalikan hutang berikut bunga sebesar 1.800.000,00,-(Satu Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah). Harusnya Lunas, Namun dirinya dipaksa untuk melunasi dengan dalih hutangnya belum lunas.

“Dari situ saja dia sudah untung pak. Tapi yang sangat saya sayangkan kenapa dia masih menagih terus, dengan alasan bunganya belum selesai, dan jaminan data pribadi saya tak kunjung dikembalikan,” Ucap salah satu konsumen koperasi tersebut.

Apabila menahan data pribadi seseorang, seperti buku nikah, KTP dan yang lainya, itu bertentangan dengan Pasal 9 & 38 UU No. 39/1999 tentang HAM.

Dijelaskan Konsumen, dirinya sudah berulang kali mendapat intimidasi dari pihak Koperasi melalui telepon ataupun pesan WA, oleh karena itu, ia merasa amat terganggu atas perihal tersebut.

Baca Juga :  Jenderal Andika Bolehkan Keturunan PKI Ikut Seleksi TNI, Ini Respons DPR

Tak hanya itu, setelah beberapa kali mendapatkan Intimidasi dari si Rentenir kata dia, dirinya sempat mengalami tekanan mental dan menderita sakit karena banyak pikiran, itu dikarenakan akibat dari kata-kata yang di lontarkan Rentenir tersebut kepada dirinya kurang pantas.

Berikut ini isi dari percakapan Whattsapp (WA) antara konsumen dengan salah satu orang suruhan Rentenir tersebut.

Rentenir : “Jadi gimana, V mau bayar bunganya kapan? jadi saya minta kepastian kamu mau bayarnya kapan? akhir bulan ini kan jadi 2 bulan.

Konsumen: “Saya minta waktu sampai bulan besok ya mba, saya usahakan.

Rentenir: “Akhir bulan ini kan, jadi 2 bulan.

Konsumen: “Akhir bulan depan mba.

Rentenir :” buset.

Konsumen “kan saya kemarin jatuh tempo tanggal 11 ya.

Rentenir :”Jadi 3 bulan, lah iya tanggal 11, Bulan besok jadi 2 bulan.

Konsumen:”Belum masuk 3 dong mba.

Rentenir :” Terus mundur lagi ke akhir bulan depan, jadi 3 bulan itu masuknya.

Konsumen :”Ya lewat.

Rentenir : ” Tetap hitungannya 3 bulan kalau akhir bulan depan.

Konsumen ” Tapi belum masuk tanggal 11, jadi belum kena 3 bulan ya mba.

Rentenir: ” Karena denda mau kena 2 atau 3 hari sama saja, lewat 5 hari aja sudah kena denda 10%, apalagi itu dari tanggal 11 ke akhir bulan udah masuk hitungan 1 bulan, bunganya aja Rp.900.000;. Denda Rp.150.000;.Tapi dah mentok ya 3 bulan dah ga boleh lewat lagi.

Baca Juga :  Diduga BOSDA SMP Negeri 2 Legok Tidak Turun, Murid Kembali Beli LKS

Konsumen: “Kalau 3 bulan berarti tanggal 11 bulan Januari atuh mba.

Rentenir: “baru kemarin ada kejadian di Dumpit, kan saya sudah bilang lewat dari tanggal 11 sudah hitunganya 3 bulan. Apalagi ini mau bayar akhir bulan, ko jadi kamu yang atur ya.

Lebih rinci” Bank juga ada aturan pembayaran sebelum jatuh tempo kurang 10 hari saja sudah ada peringatan bayar, ini cuma kamu yang begini sama bawaan kamu si I, jadi saya minta sampai akhir bulan depan gak bayar saya serahin sama si penagih hutang, data sudah di pegang mereka.

Konsumen: “Ya maksudnya saya bertanya? kalau 3 bulan sebenarnya tanggal 11 bulan Januari, jatuh tempo 3 bulan nya ya.

Rentenir: “Iya, meski kamu bayar bulan depan tetap hitungannya 3 bulan,ini saya sudah ingatkan kamu ya berkali-kali, kalau sampai tidak dibayar bulan ini, saya angkat tangan atas data-data kamu, karena dari dukcapil data kamu sudah di blokir dan tidak bisa bikin lagi, mereka punya orang Capil, makanya saya ingetin terus kamu,” Ancamnya terhadap Konsumen.

Konsumen: “iya mba.” Pungkasnya.

(Saepudin)

Berita Terkait

Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Terpukau dengan Karya-karya Warga Binaan saat berkunjung di Lapas Cibinong
Ini Klarifikasi CV.Kuning Ayu Terkait Drinase di Kecamatan Curug
Di Duga Kabel Optik Bnetfit Tidak Memiliki Perizinan Secara Resmi Di Desa Curug Wetan
Ada Apa Dengan Proyek Drainase Yang Dikerjakan CV Graha Anugerah Sukses
Karang Taruna Kelurahan Sepatan Di Dukung Pemerintah Kelurahan Sepatan, Giat Penerangan Lampu TPU Makam Babulak Sepatan
Peduli Pendidikan Yayasan Amway Berikan Bantuan CSR Keperluan Siswa
Tim SAR Gabungan Akhirnya Menemukan Korban Tenggelam Ayah dan Anak Di Kali Cirarab
Polres Metro Tangerang Kota Bagikan Ratusan Bungkus Takjil Kepada Pengguna Jalan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Mei 2024 - 09:49 WIB

Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Terpukau dengan Karya-karya Warga Binaan saat berkunjung di Lapas Cibinong

Rabu, 15 Mei 2024 - 11:25 WIB

Ini Klarifikasi CV.Kuning Ayu Terkait Drinase di Kecamatan Curug

Kamis, 9 Mei 2024 - 22:06 WIB

Di Duga Kabel Optik Bnetfit Tidak Memiliki Perizinan Secara Resmi Di Desa Curug Wetan

Sabtu, 4 Mei 2024 - 19:46 WIB

Ada Apa Dengan Proyek Drainase Yang Dikerjakan CV Graha Anugerah Sukses

Sabtu, 4 Mei 2024 - 12:38 WIB

Karang Taruna Kelurahan Sepatan Di Dukung Pemerintah Kelurahan Sepatan, Giat Penerangan Lampu TPU Makam Babulak Sepatan

Sabtu, 27 April 2024 - 10:04 WIB

Peduli Pendidikan Yayasan Amway Berikan Bantuan CSR Keperluan Siswa

Minggu, 17 Maret 2024 - 23:01 WIB

Tim SAR Gabungan Akhirnya Menemukan Korban Tenggelam Ayah dan Anak Di Kali Cirarab

Sabtu, 16 Maret 2024 - 01:09 WIB

Polres Metro Tangerang Kota Bagikan Ratusan Bungkus Takjil Kepada Pengguna Jalan

Berita Terbaru