Buang Limbah B3 Sembarangan, PT Farmel Cipta Mandiri Terancam Denda Rp 3 Miliar

Jumat, 21 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, DentumNews | PT. Farmel Cipta Mandiri yaitu Pabrik pembuatan Toren air yang terletak di RT 04 RW 01 Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, diduga buang limbah B3 sembarangan dan tak kantongi izin. Jum’at, 21/10/2022.

Perlu diketahui, Bahan Berbahaya dan Beracun atau sering disingkat dengan B3 adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup.

Dari penelusuran Awak Media, PT Farmel terindikasi melakukan kegiatan pembuangan limbah B3 secara sembarangan, pasalnya saat Tim Media mengikuti armada yang mengangkut limbahnya, armada tersebut didapati sedang membuang limbah B3 di lahan milik BSD tepatnya masuk wilayah Desa Jatake, namun limbah itu tidak jadi diturunkan dikarenakan kehadiran Awak Media serta adanya penolakan dari warga sekitar. 14/10/2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, supaya modusnya tidak terendus, limbah B3 tersebut dicampur limbah plastik dan organik, sedangkan untuk menghilangkan jejak limbah B3 itu dimusnahkan dengan cara membakarnya.

Baca Juga :  Wujudkan Perekonomian Mandiri, Bumdes Pasir Gadung Berikan Trobosan Baru.
Foto : terlihat limbah tersebut di bakar pada 14/10/2022.

Al hasil dampak dari pembakaran itu mengakibatkan warga di sekitar lokasi pembuangan limbah terjangkit berbagai penyakit, seperti gatal-gatal sampai menderita sesak nafas. 14/10.

berdasarkan Pasal 103 UU Nomor 32 Tahun 2009, diatur bahwa setiap orang yang menghasilkan limbah B3 harus mengelola limbah yang dihasilkannya.

“Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah),” demikian bunyi Pasal 103 UU tersebut.

Sementara itu, dalam Pasal 104 disebut bahwa setiap orang yang membuang limbah secara sembarangan dapat didenda maksimal Rp 3 miliar dan penjara maksimal 3 tahun.

“Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah),” bunyi pasal tersebut.

Baca Juga :  Warga Menguasai Lahan 438,93 Hektar : Apakah Sah Secara Hukum Atau Tidak ?

Saat dijumpai, salah seorang warga Desa Jatake mengeluhkan atas pembakaran limbah milik PT Farmel Cipta Mandiri yang berada dekat dengan rumahnya, karena hal tersebut mengganggu kesehatanya.

“Saya gatal-gatal akibat dari pembakaran limbah ini, saya menolak,” tuturnya. 14/10.

limbah yang diduga B3 berbentuk serabut

Sedangkan, ED dari pihak perusahaan saat dikonfirmasi ia menjelaskan, dari awal pabrik ini berdiri, mengenai pembuangan limbah, itu sebelumnya di buang ke lahan milik perusahaan yang berada di Serang, itupun dengan mekanisme limbah tersebut dikubur dan pengirimanya menggunakan armada milik perusahaan.

Namun, setelah ada pengajuan pengelolaan sampah dari Ketua Karang Taruna setempat kata ED, limbah ini di kelola oleh pihak mereka dan setiap pengangkutan sampah dengan armada truck, Perusahaan telah mengeluarkan biaya operasionalnya.

Dikatakan ED, sebelum pelaksanaanya dulu itu dirinya sudah berpesan kepada Ketua Katar bahwa sampah ini jangan di bakar.

“Apabila limbah ini tidak dibakar maka tidak dapat disebut limbah B3, kecuali limbah itu di bakar dan menimbulkan asap,” ujar ED. 14/10.

Baca Juga :  Pelaku Masih Belum Ditahan, Aksi Berlanjut di Jakarta

Sedangkan ketika Awak Media bertanya kepada ED, sejauh mana izin dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, serta bagaimana terkait dengan Manifes nya, ED tidak dapat menjawab dan menjelaskan perihal tersebut secara rinci.

Bahkan ketika ditanya kepada ED, apakah Perusahaan tidak bekerja sama dengan perusahaan transporter atau perusahaan yang bergerak didalam bidang pembuangan limbah B3, dirinya berdalih bahwa hal itu tidak ia lakukan karena dengan alasan memperdayakan warga sekitar.

Yang dimaksud Manifes Elektronik (FESTRONIK) adalah sistem pemantauan terhadap kegiatan pengelolaan Limbah B3, khususnya kegiatan Pengangkutan Limbah B3, untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan akibat pengelolaan Limbah B3 yang tidak sesuai dengan peraturan.

Patut diduga, bahwa selama ini PT. Farmel Cipta Mandiri yang berada di Desa Caringin tersebut Tak kantongi Izin dan membuang limbah B3 secara sembarangan.

Sampai berita ini diterbitkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang belum dikonfirmasi.

(Cahyo Wahyu Widodo)

Berita Terkait

PT. Dwi Karya Bentonit Indonesia Diduga Membuang Limbah Cair Langsung Ke Pemukiman Warga
Diduga Limbah B3 Pabrik Produksi Bahan Tinner di Sepatan Timur Dibuang Ke Kali Cisadane
Truk Tanah Beroperasi Siang Hari Di Jalan Diklat Pemda Curug Langgar Perbup No 47 Tahun 2018.
Forum Wartawan Harian Tangerang Tengah Rencanakan Program Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin
Sengketa Kadin Hadirkan Ahli Hukum Di Pengadilan Negeri Tangerang
Kepala Desa Kadu Jaya Hj Nena Dan Perwakilan PT ADR Group Resmikan Pembangunan Pelebaran Jembatan Dan Peningkatan Jalan
Diduga Belum Genap Satu Bulan Paving Blok di SMP Negeri 4 Sudah Rusak
CV. Rindang Cakrawala, Diduga Kurangi Ketebalan Hotmix di Jalan Lingkup Pemda Tigaraksa
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 19:46 WIB

PT. Dwi Karya Bentonit Indonesia Diduga Membuang Limbah Cair Langsung Ke Pemukiman Warga

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:47 WIB

Diduga Limbah B3 Pabrik Produksi Bahan Tinner di Sepatan Timur Dibuang Ke Kali Cisadane

Minggu, 4 Februari 2024 - 17:09 WIB

Truk Tanah Beroperasi Siang Hari Di Jalan Diklat Pemda Curug Langgar Perbup No 47 Tahun 2018.

Kamis, 4 Januari 2024 - 17:36 WIB

Forum Wartawan Harian Tangerang Tengah Rencanakan Program Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin

Kamis, 14 Desember 2023 - 20:16 WIB

Sengketa Kadin Hadirkan Ahli Hukum Di Pengadilan Negeri Tangerang

Kamis, 14 Desember 2023 - 15:37 WIB

Kepala Desa Kadu Jaya Hj Nena Dan Perwakilan PT ADR Group Resmikan Pembangunan Pelebaran Jembatan Dan Peningkatan Jalan

Rabu, 13 Desember 2023 - 10:19 WIB

Diduga Belum Genap Satu Bulan Paving Blok di SMP Negeri 4 Sudah Rusak

Selasa, 12 Desember 2023 - 20:57 WIB

CV. Rindang Cakrawala, Diduga Kurangi Ketebalan Hotmix di Jalan Lingkup Pemda Tigaraksa

Berita Terbaru

Diduga Hotel Wisata Panangga Markas Cewe Mi Chat

Sekitar Kita

Diduga Hotel Wisata Panangga Dijadikan Markas Cewe Mi Chat

Senin, 17 Jun 2024 - 19:11 WIB

Hukum dan Kriminal

FPII Kecam Sikap Premanisme Oknum Debt Colektor Ancam Pimpinan KLTV Indonesia

Minggu, 16 Jun 2024 - 13:16 WIB