Connect with us

Daerah

Tiket Parkir Terlalu Mahal, Car Free Day di PPIC Dikeluhkan Pengunjung

Diterbitkan

on

Foto : Area Parkir dan Tiket

Tangerang, DentumNews | Car Free Day
atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor itu bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi.

Namun lain halnya, Car free day yang berada di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC) atau Bandara Budiarto, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang yang sempat dikeluhkan pengunjung. Minggu, 25/09/2022.

Karena tiket parkir yang di bandrol oleh penyelenggara dinilai terlalu mahal, pasalnya
setiap motor yang memasuki area PPIC dikenakan biaya sebesar Rp.10.000,00.,- Sepuluh Ribu Rupiah. Minggu, 25/09/2022.

Dari hasil pengamatan Awak Media saat berkunjung ke PPIC, benar saja ribuan kendaraan bermotor nampak terparkir disana, hal itu karena antusiasnya masyarakat yang sekedar ingin ber-olah raga pada hari libur.

Perlu diketahui bahwa Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC) atau Bandara Budiarto bukan merupakan tempat umum.

Baca Juga :  Muhammad Rizal Politisi PAN Apresiasi Kegiatan Funbike Warga Bonang Kelapa Dua

Akan tetapi, sebagai Bandar Udara itu harusnya dapat steril dari keramaian. Namun di area tersebut malah digunakan untuk ajang Car free day dengan dalih sudah mendapatkan izin.

Faizal, Programer dari Car free day tersebut ia menyampaikan bahwa dirinya hanyalah orang yang ditunjuk oleh Kementrian Perhubungan untuk membuat sebuah program di PPIC.

Dikatakan Faizal, Program ini terselenggara atas permintaan Kampus, dan ketika ditanya mengenai berapa jumlah pengunjung di setiap moment Car Free Day ia menjelaskan bahwa  terkait hal itu, data nya ada di pihak Kampus.

“Terkait data jumlah pengunjung itu di Kampus bang, emang kenapa bang,” Paparnya.

Dan saat ditanya mengenai izin, menurut pengakuan Faizal kegiatan tersebut sudah mendapat izin dari pihak Kampus dan instansi terkait, bahkan menteri perhubungan pun pernah datang ke Car free day ini.

Disampaikan Faizal, ketika dirinya ditanya mengenai anggaran, apakah hasil dari Car free day ini di setorkan ke pihak kampus atau ke pendapatan daerah, ia menjawab harusnya disetorkan, emang kenapa? Tanya faizal.

Baca Juga :  LPI Soroti Adanya Indikasi Gerakan Bawah Tanah, Pemerintah Pusat Diminta Revisi PJ Gubernur Banten

Politeknik Penerbangan Indonesia Curug kata Faizal itu untuk saat ini sudah menjadi bagian dari Badan Layanan Umum (BLU) yang notabene dari Kementrian Keuangan, itu artinya PPIC sudah bisa memanfaatkan aset.

“Kalau mengenai Car free day ini, bisa ditanyakan saja ke Kapolsek, Pak Camat, Danramil bahkan bisa tanyakan langsung ke Bupati,” Ungkapnya.

Perlu difahami, yang dimaksud Badan Layanan Umum (BLU) adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Area Parkiran Car Free Day PPIC Curug

Sementara itu, Lia salah satu pengunjung saat dijumpai disana, ia mengeluhkan terkait harga tiket parkir, menurutnya tiket tersebut di bandrol cukup mahal, karena harganya tergolong tak wajar.

Baca Juga :  Bertema Kebhinekaan, M1R Berkolaborasi dengan Pemuda Muslim Jaga Gereja di Malam Natal

“Harga parkirnya terlalu mahal buat masyarakat seperti saya, masa’ harganya di samakan seperti Moll,” Keluhnya.

Senada disampaikan Ani, bahwa harga parkiran segitu memang kurang etis, karena menurutnya itu terlalu mahal.

“Biasanya saya parkir cuma dua ribu, paling mahal juga tiga ribu, lah ini saya bayar sepuluh ribu enggak dapet apa-apa pula,” Padahal pas minggu kemarin saya kesitu harusnya saya dapet air minum, tapi saya enggak dapet,” Paparnya.

Di sisi lain, Cucu Abdurrosyied saat dikonfirmasi oleh Awak Media ia menjelaskan bahwa mengenai tiket masuk itu urusan internal penyelenggara.

“Kalau terkait tiket masuk itu urusan internal penyelenggara, dalam hal ini PPIC,” Tuturnya via pesan singkat.

Sampai berita ini diterbitkan, Instansi terkait maupun Dinas Pariwisata belum dikonfirmasi.

(Cahyo Wahyu Widodo)

Lanjut membaca
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *