Connect with us

Lingkungan Hidup

Asap Hitam Pekat di Langit Cukanggalih : Ternyata Ini Penyebabnya !

Diterbitkan

on

Terlihat kepulan asap hitam pekat terlihat di langit Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang

Tangerang, Dentumnews | Kepulan asap hitam pekat terlihat dari kejauhan, setelah ditelusuri asap tersebut ternyata bersumber dari tempat peleburan aluminium foil yang berada di desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Kamis, 26/05/2022.

Dari hasil penelusuran itu, Awak Media langsung mendatangi lokasi peleburan aluminium foil tersebut. Terlihat limbah berbentuk debu padat berwarna hitam menumpuk di lokasi. Diduga limbah tersebut dari hasil peleburan, dan termasuk dalam kategori bahan berbahaya dan beracun (B3).

Pasalnya, Limbah dari hasil peleburan aluminium foil tersebut dapat merusak lingkungan serta ecosystem yang berada disekitar lokasi.

Tak hanya itu, kepulan asap hitam pekat dari hasil peleburan itu juga dapat mengakibatkan pencemaran udara.

Baca Juga :  Bikin Bangga, Erigo-X Kembali Tampil di New York Fashion Week Tahun Ini

Berikut ini ialah izin yang dimiliki oleh salah satu peleburan aluminium foil yang beroperasi di tempat tersebut  :

Dokumen perizinan

Laporan implementasi Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), Kegiatan industri kecil daur ulang aluminium foil/rijeck.

Selain itu, Tercatat dalam dokumen bahwa salah satunya milik CV Logam Mandiri yang beralamat di Jalan Kampung Cisereh, Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug. Sedangkan, alamat peleburanya saat ini berada di wilayah Cukanggalih.

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa izin dari peleburan tersebut tidak berlaku lagi, karena alamat saat ini tidak sesuai dengan apa yang tertulis dalam dokumen yang ditunjukan kepada Awak Media, lain daripada itu masa aktif yang tertera pun telah kadaluarsa.

Baca Juga :  Diduga Pabrik Pakan Ternak Ilegal dan Tak Berizin.
Dokumen perizinan yang diduga kadaluarsa

Setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 59 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah.

Taufik, selaku salah satu pengelola peleburan tersebut saat dikonfirmasi, ia mengaku bahwa peleburan aluminium yang dikelolanya sudah memiliki izin dari lingkungan maupun dari Dinas Lingkungan Hidup.

Baca Juga :  Banten Peringkat 1 Provinsi Paling Tidak Bahagia se Indonesia

“Izinya sudah ada bang, kami juga sudah beroperasi puluhan tahun, disini juga banyak sih bang, bukan punya saya aja, salah satunya punya pak jefri,” ucapnya.

Sementara itu, Achmad Taufik Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat beliau menyampaikan bahwa mengenai hal itu dirinya akan kroscek terlebih dahulu kelapangan.

“Iya, kami akan cek kembali, apabila sudah ada laporan hasil pengecekan di lapangan, nanti saya infokan,” singkatnya.

(Cahyo Wahyu Widodo)

Lanjut membaca
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *