Sri Lanka Akan Rombak Anggaran yang Tidak Realistis

Kamis, 5 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Protesters hold placards during an anti-government demonstration outside the Sri Lanka prime minister's official residence in Colombo on April 26, 2022, demanding President Gotabaya Rajapaksa’s resignation over the country's crippling economic crisis. (Photo by ISHARA S. KODIKARA / AFP)

Protesters hold placards during an anti-government demonstration outside the Sri Lanka prime minister's official residence in Colombo on April 26, 2022, demanding President Gotabaya Rajapaksa’s resignation over the country's crippling economic crisis. (Photo by ISHARA S. KODIKARA / AFP)

Kolombo, Dentumnews | Pemerintah Sri Lanka berencana untuk merombak anggaran negara yang tidak realistis saat ini. Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (4/5/2022), Sri Lanka sedang dalam pembicaraan dengan Bank Dunia untuk memperluas dukungannya sebesar US$ 300 juta (Rp 4,3 triliun) hingga US$ 700 juta (Rp 10 triliun).

Negara kepulauan itu terpukul keras oleh Covid-19 dan kekurangan pendapatan setelah pemotongan pajak yang tajam oleh pemerintah Presiden Gotabaya Rajapaksa, sangat kekurangan devisa dan telah mencari dana talangan darurat dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Baca Juga :  Palak Wisatawan Taiwan, Bea Cukai Indonesia Masuk Berita

Inflasi yang merajalela dan kekurangan makanan impor, bahan bakar dan obat-obatan telah menyebabkan protes selama berminggu-minggu yang terkadang berubah menjadi kekerasan.

“Anggaran yang ada tidak realistis, mengingat tantangan. Kami akan memasukkan anggaran baru yang akan berupaya mengatasi masalah inti dari pendapatan publik yang rendah,” kata Menteri Keuangan Ali Sabry pada sesi parlemen.

Sabry mengatakan ingin meningkatkan penerimaan pajak sebagai bagian dari produk domestik bruto menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan, dari 8,7 persen sekarang.

Baca Juga :  Kapal Pertamina dari Rusia Dicegat Greenpeace di Perairan Denmark, Kok Bisa?

Menurut Sabry, Sri Lanka akan menunjuk penasihat keuangan dan hukum dalam dua minggu ke depan untuk usulan restrukturisasi utang negaranya. Dia menambahkan bahwa pemerintah ingin bekerja sama dengan IMF dalam reformasi struktural. “Ini adalah satu-satunya cara untuk menempatkan ekonomi pada pijakan yang berkelanjutan,” katanya.

Redaksi

Berita Terkait

Empat Tersangka Serangan Teroris di Konser Moscow
Jutaan Warga Inggris Terjebak dalam Kesulitan Ekonomi, Tercekik Utang
Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng
Duta Besar RI untuk Malaysia Pastikan Tidak Ada Intervensi Intelijen Dalam Pelaksanaan Pemilu 2024 di Kuala Lumpur
Gempa Maroko: Korban Tewas Tembus 2.000 Jiwa
Makan Siang Bersama Anies dan Ganjar Dijamu Raja Salman
Mantap! Untuk Melayani Jemaah Haji Yang Nyasar Mobil Golf di Turunkan
Pembakaran Al-Qur’an di Bolehkan Swedia saat Idul Adha 2023, Turki Berang
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Maret 2024 - 23:08 WIB

Empat Tersangka Serangan Teroris di Konser Moscow

Senin, 25 Maret 2024 - 06:46 WIB

Jutaan Warga Inggris Terjebak dalam Kesulitan Ekonomi, Tercekik Utang

Rabu, 20 Maret 2024 - 08:35 WIB

Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng

Rabu, 14 Februari 2024 - 20:11 WIB

Duta Besar RI untuk Malaysia Pastikan Tidak Ada Intervensi Intelijen Dalam Pelaksanaan Pemilu 2024 di Kuala Lumpur

Minggu, 10 September 2023 - 09:49 WIB

Gempa Maroko: Korban Tewas Tembus 2.000 Jiwa

Jumat, 30 Juni 2023 - 17:29 WIB

Makan Siang Bersama Anies dan Ganjar Dijamu Raja Salman

Jumat, 30 Juni 2023 - 08:45 WIB

Mantap! Untuk Melayani Jemaah Haji Yang Nyasar Mobil Golf di Turunkan

Jumat, 30 Juni 2023 - 08:37 WIB

Pembakaran Al-Qur’an di Bolehkan Swedia saat Idul Adha 2023, Turki Berang

Berita Terbaru