Semua Orang di Pesawat China Eastern Dinyatakan Tewas

Minggu, 27 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beijing, Dentumnews | Semua orang yang berjumlah 132 di dalam pesawat China Eastern Airlines MU5735 yang jatuh di Guangxi, Tiongkok dinyatakan tewas. Seperti dilaporkan Xinhua, kesimpulan soal nasib korban kecelakaan pesawat itu disampaikan pada Sabtu (26/3/2022) malam.

Markas tanggap darurat nasional untuk kecelakaan pesawat China Eastern Airlines bernomor MU5735 pada 21 Maret membuat pengumuman pada konferensi pers kecelakaan pesawat pada Sabtu larut malam setelah enam hari upaya pencarian dan penyelamatan habis-habisan.

“Dengan sangat sedih kami di sini mengumumkan bahwa 123 penumpang dan sembilan awak di pesawat China Eastern Airlines Penerbangan MU5735 pada 21 Maret semuanya telah meninggal,” kata Hu Zhenjiang, wakil komandan markas dan wakil kepala Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok.

Menurut persyaratan yang dibuat oleh Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok dan Dewan Negara, markas besar telah mengorganisasi personel dari berbagai departemen, termasuk pemadam kebakaran, tentara, polisi bersenjata, keamanan publik, kesehatan dan karantina, untuk melakukan penelitian besar-besaran di lokasi kecelakaan selama enam hari berturut-turut, katanya.

“Bersama dengan analisis para ahli tentang konten video di berbagai peralatan pemantauan dan perekaman, data kunci yang direkam oleh fasilitas seperti radar pengatur lalu lintas udara, dan terutama distribusi puing-puing di lokasi kecelakaan, dapat ditentukan bahwa tidak ada tanda-tanda kehidupan di lokasi pesawat jatuh,” kata Hu.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Sesalkan Walkot Cilegon Bersikap Intoleran

Sejauh ini, identitas 120 korban kecelakaan pesawat telah dikonfirmasi melalui tes DNA.

Pesawat Boeing 737 China Eastern Airlines, yang berangkat dari Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya dan menuju Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, menabrak daerah pegunungan di Kabupaten Tengxian, Guangxi pada Senin (21/3) sekitar pukul 14.38 waktu setempat.

“Pada langkah berikutnya, lebih banyak upaya akan dilakukan untuk mencari sisa-sisa korban dan puing-puing pesawat untuk memberikan dukungan kuat untuk penyelidikan dan pengumpulan bukti berikutnya,” kata Hu.

Pejabat itu juga menjanjikan upaya untuk menangani dampak pesawat jatuh ini dengan benar.

“Kami sangat sedih dengan kecelakaan itu. Kami berduka atas hilangnya 132 nyawa dan mengungkapkan simpati kami yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Baca Juga :  22 Muda-Mudi Ditemukan Tewas di Kelab Malam : Mungkin Ini Penyebabnya

Semua peserta konferensi pers berdiri dalam diam untuk menghormati korban tewas dalam kecelakaan pesawat.

“Hati kami berat. Kami telah mencari tempat jatuhnya pesawat dan daerah perbukitan di sekitarnya selama berhari-hari, mengharapkan keajaiban,” tambah Li Shaolin, kepala tim pemadam kebakaran di Kota Guilin.

Selain sejumlah potongan puing, tim penyelamat telah menemukan satu kotak hitam yang diyakini sebagai perekam suara kokpit dan masih mencari kotak hitam kedua, atau perekam data penerbangan. Pengunduhan data dan pekerjaan analisis kotak hitam yang dipulihkan sedang berlangsung.

Berita Terkait

Empat Tersangka Serangan Teroris di Konser Moscow
Jutaan Warga Inggris Terjebak dalam Kesulitan Ekonomi, Tercekik Utang
Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng
Duta Besar RI untuk Malaysia Pastikan Tidak Ada Intervensi Intelijen Dalam Pelaksanaan Pemilu 2024 di Kuala Lumpur
Gempa Maroko: Korban Tewas Tembus 2.000 Jiwa
Makan Siang Bersama Anies dan Ganjar Dijamu Raja Salman
Mantap! Untuk Melayani Jemaah Haji Yang Nyasar Mobil Golf di Turunkan
Pembakaran Al-Qur’an di Bolehkan Swedia saat Idul Adha 2023, Turki Berang
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 27 Maret 2024 - 23:08 WIB

Empat Tersangka Serangan Teroris di Konser Moscow

Senin, 25 Maret 2024 - 06:46 WIB

Jutaan Warga Inggris Terjebak dalam Kesulitan Ekonomi, Tercekik Utang

Rabu, 20 Maret 2024 - 08:35 WIB

Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng

Rabu, 14 Februari 2024 - 20:11 WIB

Duta Besar RI untuk Malaysia Pastikan Tidak Ada Intervensi Intelijen Dalam Pelaksanaan Pemilu 2024 di Kuala Lumpur

Minggu, 10 September 2023 - 09:49 WIB

Gempa Maroko: Korban Tewas Tembus 2.000 Jiwa

Jumat, 30 Juni 2023 - 17:29 WIB

Makan Siang Bersama Anies dan Ganjar Dijamu Raja Salman

Jumat, 30 Juni 2023 - 08:45 WIB

Mantap! Untuk Melayani Jemaah Haji Yang Nyasar Mobil Golf di Turunkan

Jumat, 30 Juni 2023 - 08:37 WIB

Pembakaran Al-Qur’an di Bolehkan Swedia saat Idul Adha 2023, Turki Berang

Berita Terbaru